Cegah Penyebaran Corona, Pemprov Riau Diminta Keluarkan Kebijakan WFH

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 16:20 WIB
Poster
Ilustrasi Corona. (Foto: Edi Wahyono)
Pekanbaru -

Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 di Riau menyarankan agar pemprov mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah alias work from home (WFH). Hal itu perlu dilakukan guna mencegah lonjakan kasus COVID-19 di Riau.

"Secara pribadi selaku orang medis menilai, perlunya kebijakan WFH minimal dalam sepekan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Namun demikian kegiatan ekonomi tetap berjalan. Kebijakan WFH ini untuk memutus mata rantai penyebarannya," kata Jubir Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Yovi menyebutkan saat ini terjadi lonjakan signifikan penyebaran COVID-19 di Riau dengan jumlah 1.740 kasus hingga 30 Agustus 2020. Sehingga diperlukan kebijakan WFH di jajaran pemda yang ada di Riau.

"Saat ini semua klaster sudah ada, tak hanya di perkantoran saja. Segala profesi sudah ada (terjangkit) mulai dari kalangan medis, polisi, tentara maupun PNS. Di kantor memang mereka menggunakan masker, tetapi saya khawatirkan saat jam istirahat pergi makan, berkumpul dan mencopot masker saat makan siang," kata Yovi.

Yovi memprediksi apabila pemerintah daerah tidak melakukan tindakan ekstra jumlah kasus COVID-19 di Riau bisa mencapai 100 orang per hari. Dikhawatirkan rumah sakit yang ada tidak mampu menangani secara maksimal.

"Kalau tidak melakukan sesuatu yang berbeda dari sekarang ini, maka rumah sakit tidak akan cukup (melakukan perawatan). Total jumlah pasien yang dirawat rumah sakit 400 pasien. Satu sisi jumlah penambahan kasusnya 135 per hari, cuma 28 yang sembuh. Lama-lama rumah sakit tak akan mampu," kata Yovi.

Saat ini di Riau, sambung Yovi, ada 48 rumah sakit rujukan COVID-19 dengan kapasitas ruang isolasi 710 orang. Ruang isolasi yang terpakai saat ini lebih dari 400. Sementara itu, rumah sakit RSUD Arifin Achmad, Eka Hospital sudah penuh.

"Inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama, agar masyarakat mengetahui kondisi yang ada dan harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan," tutup Yovi.

Simak video 'Update Global: Pasien Covid-19 Lebih dari 25 Juta Kasus':

[Gambas:Video 20detik]



(cha/idn)