Kasus Red Notice dan Surat Jalan Djoko Tjandra Masuk Tahap Pemberkasan

Kadek Melda - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 13:53 WIB
Brigjen Awi Setiyono (Bil Wahid/detikcom)
Brigjen Awi Setiyono (detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah merampungkan proses pemeriksaan terkait kasus red notice hingga surat jalan Djoko Tjandra. Kini, kedua kasus tersebut masuk dalam tahap pemberkasan.

"Kalau terkait dengan penyidikan tipikor, khususnya red notice, untuk hari ini penyidik fokus untuk pemberkasan, kita doakan segera tahap satu. Kemudian untuk surat jalan sama, pemberkasan juga," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2020).

Awi mengatakan bukti-bukti yang dikumpulkan penyidik sudah terpenuhi. Nantinya berkas-berkas tersebut akan segera dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU).

"(Pemberkasan sudah dinyatakan cukup bukti) keyakinannya penyidik demikian, terkait dengan dua alat bukti yang cukup itu sudah terpenuhi, sehingga dengan pemeriksaan-pemeriksaan saksi sudah, bahkan sudah dilaksanakan rekonstruksi tentunya dilaksanakan pemberkasan dan akan segera dilimpahkan ke JPU," ujarnya.

Awi kemudian menjelaskan terkait pemeriksaan saksi pada Jumat lalu yang dilaksanakan secara cepat. Menurutnya, sebelum para tersangka diperiksa, mereka sudah diperiksa sebagai saksi terlebih dahulu, sehingga pemeriksaan selanjutnya dapat berlangsung singkat.

"Kemarin ada yang tanya beberapa teman-teman, hari Jumat terkait dengan pemeriksaan tersangka kok cepat sekali cuma beberapa jam. Karena memang begini rekan-rekan, pemeriksaan tersangka kemarin itu adalah sebagai saksi. Sementara, mereka itu sebelum jadi tersangka didahului dengan pemeriksaan sebagai saksi. Jadi kemarin cuma formilnya saja, jadi secara formil karena dulu sudah pernah diperiksa sebagai saksi," imbuhnya.

"Ditanyakan kembali, pertanyaan-pertanyaan itu apakah ada perubahan atau tidak terkait jawabannya. Sehingga dari pertanyaan-pertanyaan itu tidak ada perubahan-perubahan, sehingga untuk pelaksanaannya cepat," lanjut Awi.

Diketahui, dalam kasus dugaan gratifikasi pencabutan red notice Djoko Tjandra, dua tersangka diduga berperan sebagai penyuap dan dua tersangka lainnya penerima suap.

Dua penyuap yang dimaksud adalah Djoko Tjandra serta pengusaha Tommy Sumardi. Sedangkan dua penerima suap adalah mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

(knv/knv)