Detik-detik Perusakan Belasan Gerobak PKL di Jaktim yang Ditangani TNI

Wilda Nufus - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 13:40 WIB
Pedagang kaki lima (PKL) di Arundina, Jalan Raya Kelapa Dua, Jakarta Timur dirusak. Anggota TNI mendatangi lokasi untuk mendata kerusakan. Lokasi PKL jauh dari Polsek Ciracas.
Belasan gerobak di Kelapa Dua Wetan, Cibubur, Jakarta Timur, dirusak ratusan orang tak dikenal. (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Belasan gerobak PKL di Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, dirusak oleh ratusan orang tak dikenal. Koordinator PKL, Walidi, mengungkapkan perusakan gerobak terjadi sesaat sebelum insiden perusakan Polsek Ciracas.

"Kronologi awal itu dini hari kira-kira (Sabtu, 29 Agustus) jam 00.00 WIB lebih, ada sekelompok massa bergerombol. Lantas ya mereka langsung pada jalan sambil sweeping sambil berjalan ke arah barat kayak sweeping," kata Walidi di Jalan Kelapa Dua Wetan, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (31/8/2020).

Ratusan orang yang memakai baju biasa ini, kata Walidi, datang bergerombol menggunakan sepeda motor. Mereka terlihat membawa benda keras, seperti kayu dan stik golf.

"Mereka bervariasi, ada yang bawa pentungan, ada yang bawa stik golf, kayu, gitu dan mereka berjalan ke arah barat sepertinya menuju ke Polsek Ciracas," kata Walidi.

Dengan senjata tersebut, mereka merusak 15 gerobak yang berada di sisi ruas jalan sambil menaiki sepeda motor. Saat itulah, kata Walidi, pecahan kaca terdengar sangat keras dan berjatuhan.

"Karena sambil jalan, sambil konvoi, sambil sweeping mereka ya sambil bawa motor semua, dar-der-dor 'creng' kaca pecah, ada 15 gerobak yang rusak," ujar Walidi.

Walidi menyebut ratusan orang merusak gerobak pedagang yang sudah tutup. Jadi, pada saat insiden perusakan itu, tidak ada korban jiwa dan korban luka-luka di lokasi.

Walidi, yang saat itu berada di lokasi, mengaku takut dan panik. Amukan massa saat itu tidak bisa dicegah oleh warga karena jumlahnya yang terlalu banyak.

"Takut dalam keadaan suasana begitu, panik, kaget sekali," ucapnya.

Dia berharap para pedagang mendapat uang ganti rugi akibat insiden perusakan ini. Siapa pun, kata Walidi, harus bertanggung jawab kepada 15 pedagang itu di tengah kondisi pandemi virus Corona (COVID-19) yang mengancam ekonomi mereka.

"Iya otomatis ya (minta ganti rugi), apalagi lagi suasana COVID gini kita juga merasakan sekali betapa sulitnya kita mencari duit. Artinya kita berharap kepada instansi terkait biar bagaimana, kita minta ganti kerugian untuk menolong bagi kawan-kawan yang kena imbas," imbuhnya.

Kasus perusakan ini ditangani TNI. Anggota TNI turut menanyakan total kerugian kepada sejumlah PKL akibat insiden perusakan itu.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mengatakan TNI sedang menyelidiki kasus perusakan Polsek Ciracas dan Polsek Pasar Rebo, Jakarta Timur. Ia juga meminta masyarakat memberikan informasi sekecil apa pun terkait aksi perusakan ini.

"Saya juga memohon bantuan kepada seluruh warga masyarakat untuk memberikan informasi (terkait aksi perusakan Polsek Ciracas). Selain kami melakukan pemeriksaan secara fisik, secara elektronik, segala macam yang kami bisa lakukan, kami juga ingin bantuan informasi dari masyarakat," ujar Andika saat jumpa pers di Mabes TNI AD, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (30/8).

Ia meminta masyarakat menghubungi ketua tim penyidik Kolonel CPM Yogaswara. Nomor ponsel Yogaswara adalah 082314197676. Selain itu, masyarakat bisa memberikan informasi melalui nomor ponsel Danpuspomad 0818998585.

Tonton juga 'Kios PKL di Cibubur Dirusak Sekelompok Orang Jumat Malam':

[Gambas:Video 20detik]




(isa/isa)