Golkar: Hukum Prajurit TNI yang Ikut Serang Polsek Ciracas!

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 12:22 WIB
Anggota Komisi I DPR Dave Laksono
Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
Jakarta -

Puluhan anggota TNI terlibat perusakan Polsek Ciracas, gegara hoax salah seorang rekannya dianiaya. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Dave Laksono, mendukung keputusan KSAD Jenderal Andika Perkasa memecat prajurit yang terlibat insiden itu.

"Ya pemecatan bagian dari penghukuman ya. Jadi harus tetap diproses secara hukum militer karena mereka itu adalah prajurit TNI. Itu kan ada undang-undang pidana yang dilanggar. Jadi mereka itu harus dihukum sesuai hukum yang berlaku, UU yang ada dan habis itu ditambah pemecatan dari kesatuan," kata Dave yang juga Ketua DPP Golkar saat dihubungi, Senin (31/8/2020).

"Karena apa? Karena prajurit TNi itu dilatih digaji dan disumpah untuk membela dan melindungi negara," imbuhnya.

Dave menilai pemecatan sudah menjadi opsi hukuman yang tepat di kasus itu. Menurutnya, hukuman melalui pemecatan dapat menjadi pembelajaran bagi anggota lainnya di masa mendatang.

"Sudah sudah tepat. Jadi ini juga untuk pembelajaran," ujar Dave.

Lebih lanjut, Dave juga mempertanyakan kenapa para anggota TNI yang terlibat perusakan Polsek Ciracas cepat tersulut informasi palsu. Menurutnya, perlu ada edukasi di lingkungan TNI terkait informasi palsu atau hoaks.

"Nah itu lah makanya saya katakan juga ini harus direvisi lagi baik dari pendidikan dan juga indoktrinasi daripada motto TNI, kenapa mereka begitu cepat tersulut emosinya," ujar Dave.

Dave melanjutkan, banyak hal terkait komunikasi yang harus dikaji di lingkungan TNI. Sebab, menurutnya kejadian ini sudah terjadi lebih dari sekali.

"Jadi banyak hal yang harus dikaji ulang lagi ya secara hubungan antara TNI Polri-nya lalu juga kinerjanya mereka, komunikasi antar sesama personel TNI-nya, dan personel TNI dan para prajurit dan polisi. Kenapa hal-hal seperti ini kerap terjadi. Ini kan bukan pertama kali. Ini sudah beberapa kali," ucap Dave.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa siap memecat prajuritnya yang terlibat penyerangan diPolsek Ciracas, Jakarta Timur, dan sekitarnya. Andika ingin menjaga marwah TNI AD dan siap melepas anak buah yang berulah.

Jenderal Andika Perkasa memberikan keterangan panjang lebar mengenai penyerangan Polsek Ciracas pada Sabtu dini hari. Andika mengakui saat ini ada 12 orang yang sudah diperiksa, 19 prajurit lainnya dalam proses pemanggilan.

"Sejauh ini dari hasil pemeriksaan, semua, semua yang diperiksa ini sudah memenuhi pasal di kitab undang-undang hukum pidana militer untuk diberikan hukuman tambahan berupa pemecatan dari dinas milliter," tegas Andika Perkasa pada Minggu (30/8/2020)

Andika menekankan jerat pidana bakal diterapkan kepada para penyerang Polsek Ciracas. Pemecatan, kata dia, merupakan hukuman berat lanjutan yang bakal dijatuhkan.

"Jadi selain pasal-pasal pidana yang dilanggar oleh masing-masing dan ini akan berbeda satu dengan lainnya, maka kita juga akan memberikan hukuman tambahan kepada semuanya, yaitu pemecatan," sebut Andika.

(hel/tor)