KPAI: Surat Viral Komnas Perlindungan Anak soal 'Anjay' Bukan dari Kami

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 19:05 WIB
Anggota KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti
Anggota KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) membuat pernyataan tertulis meminta bully dengan kata 'anjay' disetop karena bisa berpotensi dipidana. Namun di media sosial, banyak yang menyangka pernyataan itu dibuat oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KPAI lalu memberikan klarifikasi. KPAI menegaskan surat berisi pernyataan terkait 'anjay' itu tidak dikeluarkan oleh pihaknya.

"Surat viral dari Komnas Perlindungan Anak terkait kasus 'Anjay' yang dilaporkan oleh Lutfi Agizal bukan dibuat oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), karena KPAI masih berproses menangani persoalan yang diadukan ini," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti, saat dihubungi, Minggu (30/8/2020).

Ia mengungkapkan, masyarakat saat ini belum dapat membedakan antara KPAI dengan Komnas PA. Padahal, KPAI adalah lembaga negara yang didirikan atas dasar UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Retno menegaskan KPAI bukanlah LSM atau lembaga non pemerintah, tetapi lembaga negara.

"Sebagai lembaga negara, dalam menyikapi dan memproses suatu kasus, KPAI menjunjung kehati-hatian dan tidak akan terburu-buru. KPAI perlu mempelajari kasus yang dilaporkan terlebih dahulu, bahkan jika diperlukan KPAI akan meminta pendapat atau mengundang ahli Bahasa," kata Retno.

Ia mengungkap, secara prinsip perlindungan anak dari konten-konten negatif di internet dan media sosial juga menjadi konsen besar KPAI. Oleh karena itu, KPAI baru akan membahas aduan tentang kata 'anjay' itu pada Senin besok, sementara surat yang viral di medsos bukan lah pernyataan KPAI melainkan Komnas PA.

"Oleh karena itu, perlu ditegaskan bahwa pernyataan yang viral itu dibuat Komnas PA bukan pernyataan pernyataan KPAI. Dalam kasus yang diadukan Lutfi Agizal, KPAI belum memutuskan apapun, belum menyimpulkan apapun, bahkan baru akan dibicarakan pada senin (31/8) nanti," katanya.

Ia menjelaskan ketika besok dibahas belum tentu langsung ada keputusannya. Bisa saja nantinya KPAI akan mendengarkan pendapat ahli bahasa terlebih dahulu sebelum memutuskan.

"Biasanya nggak langsung keputusan juga, kalau masih harus mendengar pendapat ahli bahasa misalnya. Ya kita undang dulu ahli bahasanya," kata Retno.

Sebelumnya, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta penggunaan kata 'anjay' dihentikan sekarang juga. Komnas PA menilai kata 'anjay' yang sedang populer dipakai anak-anak bisa berpotensi dipidana.

"Ini adalah salah satu bentuk kekerasan atau bullying yang dapat dipidana, baik digunakan dengan cara dan bentuk candaan. Namun jika unsur dan definisi kekerasan terpenuhi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, tindakan itu adalah kekerasan verbal. Lebih baik jangan menggunakan kata 'anjay'. Ayo kita hentikan sekarang juga," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (29/8).

Tonton video 'Lutfi Agizal, YouTuber yang Lapor ke KPAI soal Kata Anjay':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)