Satgas: Pekerja Terpapar Corona Mayoritas Naik Transportasi Umum

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 13:16 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo usai ratas soal banjir (Andhika/detikcom)..
Foto: Doni Monardo (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menyebut penularan virus Corona masif terjadi di lingkungan perkantoran. Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo, mengungkap rata-rata pekerja terpapar di transportasi umum.

Mulanya, Doni bercerita saat awal pandemi Corona, penularan virus sering terjadi di rumah ibadah ataupun kegiatan-kegiatan keagamaan. Namun seiring berjalannya waktu, risiko penularan bergeser ke perkantoran hingga pasar.

"Akhir-akhir ini penularan lebih sering terjadi di pasar di tempat kerja bahkan kita telusuri apa penyebabnya khusus (penularan) di tempat kerja. Rata-rata mereka yang terpapar ini lebih banyak menggunakan transportasi umum," ujar Doni dalam siaran langsung di Instagram Kemenko Perekonomian RI, Minggu (30/8/2020).

Oleh karenanya, Doni menegaskan penggunaan masker di luar rumah hukumnya wajib. Selain itu, masyarakat perlu memahami pengetahuan mengenai kualitas jenis masker.

"Pengetahuan tentang kualitas masker pun harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Kapan masker digunakan dengan kualitas seperti apa tentunya menjadi kewajiban kita semua," lanjut Doni.

Dikesempatan yang sama, Doni mengatakan 90 persen masyarakat telah paham pentingnya penggunaan masker di tengah pandemi Corona. Namun, tingkat kepatuhannya di bawah 70 persen.

"Kita kumpulkan dari beberapa wilayah 90% masyarakat kita itu sudah paham memakai masker tetapi kepatuhannya masih di bawah 70%, bahkan ada daerah yang kepatuhannya di bawah 50%," ungkap Doni.

Doni menambahkan meski pemerintah telah memberlakukan sanksi bagi warga yang tak memakai masker, namun hal tersebut dinilai tetap tidak efektif. Menurutnya, butuh kesadaran dari warga untuk mengaplikasikan secara langsung pemakaian masker dalam aktivitas sehari-hari.

"Oleh karena itu kami mengharapkan ada sebuah kesadaran bukan hanya kesadaran individu tetapi juga kesadaran kolektif," kata Doni.

Tonton video 'Pentingnya Protokol VDJ untuk Mengurangi Risiko Penularan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)