Pulau di Buton yang Dijual di Situs Jual Beli Hanya Dihuni Sepasang Lansia

Sitti Harlina - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 12:42 WIB
Pasangan lansia La Hasa dan Wa Zifa penghuni Pulau Pendek di Buton, Sultra (Siti Harlina-detikcom).
Pasangan lansia La Hasa dan Wa Zifa, penghuni Pulau Pendek di Buton, Sultra. (Siti Harlina/detikcom)
Buton -

Pulau Pendek, sebuah pulau kecil di wilayah perairan Pulau Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), ternyata hanya dihuni oleh pasangan suami-istri lanjut usia, La Hasa dan Wa Zifa. Keduanya sudah puluhan tahun tinggal di pulau tersebut.

"Kalau pulau ini sejarahnya memang tanah adat," ujar La Hasa kepada detikcom, Minggu (30/8/2020).

Pulau Pendek yang ditinggali La Hasa bersama istrinya masuk wilayah administrasi Desa Boenotiro Barat, Kapontori, Kabupaten Buton.

Menurut La Hasa, dulunya Pulau Pendek dihuni banyak warga. Namun, pada 1971, pemerintah memindahkan warga di pulau itu ke wilayah daratan di Buton.

"Alasannya (dipindahkan) tidak tahu, mungkin hubungan apa dan apa di sini sehingga pemerintah mengambil langkah (dipindahkan)," tuturnya.

Pasangan lansia La Hasa dan Wa Zifa penghuni Pulau Pendek di Buton, Sultra (Siti Harlina-detikcom).Rumah La Hasa di Pulau Pendek, Buton, Sultra (Siti Harlina/detikcom)

La Hasa, yang sudah lupa pada usia dan tahun lahirnya, mengaku juga pernah ikut warga meninggalkan Pulau Pendek. Namun, pada 2014, dia memutuskan kembali menghuni Pulau Pendek meski hanya berdua dengan istrinya.

"Sejak 2014 kembali ke sini. Ingin hidup di sini," ucapnya.

Di Pulau Pendek, La Hasa bersama istrinya memilih berkebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika tiba saat panen, ia pun pergi di daerah daratan untuk menjual hasil kebunnya. Ada 2 perahu yang menjadi andalannya untuk pergi ke daratan.

Pasangan lansia La Hasa dan Wa Zifa penghuni Pulau Pendek di Buton, Sultra (Siti Harlina-detikcom).Perahu yang menjadi andalan Pasangan lansia La Hasa dan Wa Zifa di Pulau Pendek untuk menuju daratan Buton, Sultra (Siti Harlina/detikcom).

Ubi menjadi salah satu tanaman yang ditanami La Hasa di pulau tersebut. Dia juga menjadikan ubi sebagai makanan pokoknya.

"Sudah ini makanan pokoknya kami (sambil menunjukkan ubi)," katanya.

Terkait kabar viralnya pulau tersebut akan dijual, ia juga mengaku kaget dan tidak menyangka.

"Saya baru tahu kabar pulau ini akan dijual waktu hari Kamis tanggal 27, saya kaget," imbuhnya.

Tonton juga video 'Penampakan Air Terjun Tirta Rimba Buton Panen Sampah':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)