Satpol PP Tindak Kafe di Tebet Pelanggar Protokol Kesehatan, Ada yang Ditutup

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 12:19 WIB
Satpol PP datangi kafe di Tebet (Twitter Satpol PP DKI)
Satpol PP datangi kafe di Tebet (Twitter Satpol PP DKI)
Jakarta -

Tim gabungan Satpol PP DKI melakukan pengawasan dan penindakan protokol kesehatan terhadap sejumlah kafe di Tebet, Jakarta Selatan. Satpol PP memberikan sanksi berupa penutupan 1x24 jam kepada pengelola kafe yang tidak mematuhi aturan.

"Selain mengecek protokol kesehatan dan social distancing-nya, ada beberapa kafe, restoran, yang masih tetap melanggar, jadi kita lakukan penindakan, gabungan dari tingkat provinsi, kota, kecamatan," kata Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Harmawan, ketika dikonfirmasi, Minggu (30/8/2020).

Ujang mengatakan sejumlah kafe yang melanggar protokol kesehatan diberi teguran hingga sanksi penutupan selama 1x24 jam. Mereka kebanyakan tidak menerapkan pembatasan 50 persen dari kapasitas normal.

"Kurang-lebih ada 7 restoran atau pihak kafe yang ditegur. Ada beberapa yang langsung diberikan tutup sementara 1x24 jam. Catatannya memang tingkat provinsi yang pegang," ujar Ujang.

"Kebanyakan protokol kesehatannya ada yang belum ada thermo gun, ada yang belum satu meja diarahkan 50 persen, pengumuman kapasitas dari restorannya hampir semua tidak ada," tambahnya.

Pengawasan dan penindakan ini dilakukan Satpol PP untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan di kafe mengingat angka persebaran COVID-19 di Jakarta masih tinggi.

"Memang ada tempat-tempat berkumpulnya orang, kafe-kafe kecil yang tentunya buat orang berkumpul sesama teman atau keluarga, memang masih ada yang tentunya kita terus mengimbau. Kemarin malam selain kita tindak juga kita ingatkan mulai dari Jalan Abdullah Syafei, Jalan Tebet Timur Raya, dan juga Jalan Tebet Raya. Kita woro-woro pakai mobil Satpol PP karena persebaran kasus di DKI Jakarta masih tinggi," jelasnya.

Ujang mengatakan sejauh ini sudah ada belasan tempat makan di Jakarta Selatan yang ditutup. Total sudah ada Rp 200 jutaan lebih denda yang didapat dari pelanggaran tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan.

"Kalau restoran lebih dari 10 sih ada (yang ditutup). Kalau denda masker dan... kalau se-DKI Rp 3,7 miliar lebih ya. Kalau di Jakarta Selatan sudah hampir Rp 600 juta lebih itu gabungan yang masker, tempat usaha, tapi lebih banyak pelanggaran masker, kalau yang tempat usaha Rp 200 jutaan, kalau masker Rp 400 jutaan," kata Ujang.

(imk/imk)