Terpopuler Sepekan

Film Jejak Khilafah Diviralkan, Isinya pun Disebut Khayalan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2020 14:25 WIB
Jejak Khilafah di Nusantara
Foto: twitter JKDNTheMovie
Jakarta -

Film berjudul 'Jejak Khilafah di Nusantara' ramai dibicarakan di Twitter. Bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam, pembahasan filmnya menjadi trending topic sampai memunculkan tagar #JejakKhilafahdiNusantara dan #DakwahSyariahKhilafah.

Film yang diinisiasi oleh sejarawan bernama Nicko Pandawa bersama Komunitas Literasi Islam JKDN ini sempat ditayangkan live di YouTube kanal Khilafah Channel pada Kamis (20/8) pukul 09.00 WIB.

Netizen yang meramaikan Twitter dengan tagar tersebut kebanyakan mengajak orang lain menonton film itu. Sebagian dari mereka membagikan cuplikan video film tersebut.

Analis Drone Emprit menyatakan film ini ramai dibahas di Twitter dan mendapat perhatian masyarakat karena ada bantuan bot. Twitter menjelaskan bot adalah akun yang bertindak secara otomatis. Berikut penjelasan bot oleh Twitter:

Orang sering kali merujuk istilah bot kepada aktivitas akun otomatis, atau individu dengan akun anonim yang--karena berbagai alasan--memilih tidak menggunakan foto diri untuk menjaga privasi. Istilah bot juga disematkan pada akun dengan nama pengguna numerik yang dibuat secara otomatis ketika nama yang diinginkan sudah tidak tersedia, dan yang lebih mengkhawatirkan. Hal ini kerap dijadikan sebagai alat politik untuk menggiring opini atau pandangan terhadap orang lain yang tidak sesuai dengan kepentingan mereka.

Kembali ke analisis Drone Emprit. Drone Emprit lalu membandingkan film 'Jejak Khilafah di Nusantara' dengan 'Tilik', film pendek yang berisi obrolan ibu-ibu.

Film 'Tilik' meluncur di YouTube pada 17 Agustus 2020, berkisah tentang obrolan ibu-ibu dan karakter Bu Tejo. Sementara film 'Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN)' meluncur pada 20 Agustus 2020, berkisah tentang hubungan khilafah di Mesir dan Turki di Nusantara.

"Kalau JKDN dari awal sudah dikondisikan. Dan dicek, itu bot. Kalau Tilik itu natural," kata founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, kepada detikINET, Jumat (28/8/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3