Sejarawan Bantah 'Jejak Khilafah di Nusantara': Tak Ada Bukti di Arsip Turki

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 17:12 WIB
Jejak Khilafah di Nusantara
Foto: FIlm Jejak Khilafah (twitter JKDNTheMovie)
Jakarta -

Film berjudul 'Jejak Khilafah di Nusantara' ramai dibicarakan di Twitter bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharam. Sejarawan Peter Carey meluruskan sejumlah kekeliruan dalam film itu.

Penjelasan Peter Carey ini disampaikan oleh asistennya, Christopher Reinhart dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (21/8/2020).

Carey ingin meluruskan klaim adanya hubungan antara Kekhalifahan Utsmaniyah dan Kesultanan-kesultanan Islam di Jawa di dalam Film "Jejak Khilafah di Nusantara" yang sempat mencatut namanya itu.

Pada tanggal 16 Agustus 2020, Carey mengirimkan surel kepada ahli sejarah hubungan Utsmaniyah-Asia Tenggara, Dr Ismail Hakki Kadi, yang dibalas pada tanggal 18 Agustus 2020 perihal klaim-klaim yang tersebut di atas. Dari surel itu, diketahui bahwa tidak ada bukti dokumen negara Islam pertama di Jawa.

"Tidak ada bukti pada dokumen-dokumen di Arsip Turki Utsmani yang menunjukkan bahwa 'negara' Islam pertama di Jawa, Kesultanan Demak (1475-1558), utamanya raja pertamanya, Raden Patah (bertakhta, 1475-1518), memiliki kontak dengan Turki Utsmani," kata Peter Carey dalam keterangannya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Kesultanan yang ada di Pulau Jawa tidak dianggap sebagai vassal atau naungan Turki Utsmani, termasuk juga bukan wakil sultan-sultan Utsmani di Jawa. Selain itu, lanjut Carey, tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan Turki Utsmani dengan Kesultanan Yogyakarta.

"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Turki Utsmani dan Kesultanan Yogyakarta (didirikan 1749) dalam hal hierarki sebagaimana dimaksud di dalam poin nomor 2," ujarnya.

Film 'Jejak Khilafah di Nusantara' Trending, Kini Diblokir Pemerintah?:

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2