Mensesneg: Tito Karnavian ke Luar Negeri Diundang Mendagri Singapura

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 23:26 WIB
Mensesneg Pratikno (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Mensesneg Pratikno (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian hari ini melakukan kunjungan ke Singapura. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan kepergian Tito itu untuk memenuhi undangan Mendagri Singapura.

"Hari ini, Jumat, 28 Agustus, Mendagri pergi ke luar negeri (Singapura) untuk pertemuan dengan dan atas undangan dari Minister for Home Affairs Singapura," kata Pratikno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2020).

Dengan kepergian Tito itu, Pratikno mengungkapkan, ditunjuklah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md sebagai Mendagri ad interim. Namun Pratikno tak menjelaskan lebih jauh perihal penunjukan itu.

"Menko Polhukam menjadi ad interim Mendagri," ujarnya.

Sebelumnya, surat terkait ditunjuknya Mahfud Md sebagai Mendagri ad interim itu beredar luas. Dalam surat bernomor 821.1/4837/SJ tersebut tertulis hal: Penunjukan Mendagri Ad Interim yang ditujukan kepada para pejabat di lingkungan Kemendagri.

Kementerian Sekretariat Negara kemudian mengkonfirmasi perihal penunjukan Mahfud itu. Sekretaris Mensesneg Setya Utama menjelaskan penunjukan itu dilakukan lantaran Mendagri Tito Karnavian akan bertugas ke Singapura selama dua hari.

"Tugas di Singapura," kata Setya Utama saat dimintai konfirmasi, Jumat (28/8).

Namun belakangan, surat bernomor 821.1/4837/SJ dibatalkan. Kapuspen Kemendagri Benny Irwan mengatakan surat itu diralat lantaran Tito pergi ke Singapura pada akhir pekan, sehingga tidak ada surat-menyurat di institusinya.

"Karena Sabtu-Minggu tidak ada administrasi surat di Kemendagri, maka tidak diperlukan surat tersebut," kata Benny.

Kendati demikian, Benni menegaskan, pembatalan surat itu tak mempengaruhi penunjukan Mahfud sebagai Mendagri ad interim. Penunjukan Mahfud tersebut, kata dia, tetap berlaku.

"Surat sudah diralat. Sekali lagi saya tegaskan bahwa yang diralat adalah surat internal dari Sekjen Kemendagri yang ditujukan kepada Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Badan, Rektor IPDN, Sekretaris BNPP, Deputi BNPP, Staf Ahli Menteri, Staf Khusus Menteri, Kepala Biro/Pusat Lingkup Setjen, Sekretaris DKPP, Sekretaris KORPRI, Kepala Pusat PSDM Regional, Direktur IPDN Kampus Daerah, dan Kepala Balai Pemerintahan Desa. Surat internal tersebut tidak diperlukan lagi karena hari Sabtu dan Minggu tidak ada administrasi surat-menyurat di Kemendagri. Jadi, bukan membatalkan surat penunjukan ad interim yang dikeluarkan oleh Setneg," terangnya.

(mae/rfs)