KPK Periksa 141 Saksi di Kasus Suap-Gratifikasi Rp 46 M Nurhadi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 20:56 WIB
Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi kembali diperiksa penyidik KPK. Nurhadi menjadi tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA.
Nurhadi di gedung KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK terus mengumpulkan bukti guna melengkapi berkas perkara kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Hingga kini, KPK sudah memeriksa 141 saksi dalam kasus tersebut.

"Saat ini tim penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti, antara lain keterangan saksi-saksi guna melengkapi dan merampungkan berkas perkara penyidikan. Hingga saat ini saksi yang sudah diperiksa dalam perkara ini berjumlah 141 saksi," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (28/8/2020).

Selain itu, KPK memperpanjang masa penahanan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, selama 30 hari ke depan. Perpanjangan penahanan terhadap Nurhadi itu berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Hari ini Jumat (28/8/2020) berdasarkan Penetapan Ketua PN Tipikor Pusat yang kedua, penyidik melakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari terhitung mulai 31 Agustus 2020 sampai 29 September 2020 untuk tersangka NHD (Nurhadi) dan tersangka RHE (Rezky Herbiyono)," ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiganya dijerat sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6) malam, KPK menangkap Nurhadi dan Rezky Herbiyono di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan.

Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun hingga kini Hiendra Soenjoto belum juga tertangkap

(ibh/aud)