Kisah Zuhair Al-Shun 2 Kali Dipenjara hingga Jadi Dubes Palestina

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 13:40 WIB
Dubes Palestina Zuhair Al-Shun
Dubes Palestina Zuhair al Shun (Foto: Screenshoot 20detik)
Jakarta -

Layaknya remaja dan pemuda Palestina, Zuhair Al-Shun kerap terlibat dalam aksi unjuk rasa menentang Israel. Lelaki kelahiran 31 Juli 1958 itu mengaku tak bisa berdiam diri melihat kebrutalan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

"Saya asli orang Palestina dan lahir di sana. Hingga SMA saya sekolah di Palestina. Jadi saya merasakan dan menyaksikan langsung bagaimana Israel menjajah kami," kata Zuhair dalam Blak-blakan yang tayang di detik.com, Jumat (28/8/2020).

Sejak masih di bangku SMA dia sudah aktif dalam kegiatan politik, termasuk berunjuk rasa menentang Israel. Sudah rahasia umum pula bila tentara maupun aparat keamanan Israel lainnya kerap bertindak agresif terhadap para pengunjuk rasa.

"Saya pernah dua kali dipenjara meski tak lama. Soal kekerasan tentu kami mengalaminya, dan itu normal-normal saja dialami kaum muda di Palestina," ujar Zuhair al Shun.

Selepas meraih sarjana, ia mendapat beasiswa untuk mengambil MBA di Universitas Rajathan, Jaipur - India. Bahkan doktor bidang Administrasi Bisnis pun ditempuhnya di kampus yang sama, dan selesai pada 1990.

Tapi panggilan hati suami dari Fatina al Shun itu bukan dunia bisnis atau akademis. Dia memilih bidang diplomasi. Pada 1991 dia ditugaskan oleh otoritas Palestina menjadi Konsuler di Tunisia hingga 1995. Berikutnya Zuhair al Shun mendapat tugas di Bosnia dan sejumlah negara Afrika, lalu di Kerajaan Maroko, dan Indonesia sejak November 2017.

"Indonesia sudah menjadi negara kedua bagi saya. Setiap daerah memberikan kesan tersendiri, tapi ada satu hal yang paling berkesan adalah keramah tamahan masyarakat dalam menyambut tamu," tutur Zuhair al Shun.

Saat ditanya apakah ada menu tertentu yang menjadi favoritnya selama tiga tahun bertugas di Indonesia, dengan diplomatis dia menyatakan tidak ada keluhan soal kuliner.

"Semua makanan saya rasakan enak, cocok di lidah saya. Begitu juga menu dari ikan, enak dan lezat," ujarnya.

(jat/jat)