Akhyar di Antara 2 Ketum: Disindir Megawati, Disayang AHY

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 12:11 WIB
AHY video call dengan Akhyar (dok. Istimewa)
Foto: AHY video call dengan Akhyar (dok. Istimewa)
Medan -

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mendapat perlakuan berbeda dari dua ketua umum partai politik (parpol). Di satu sisi, Akhyar disindir Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, namun di sisi lain Akhyar disayang oleh Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Akhyar lebih dulu mendapat sindiran dari Megawati. Presiden RI ke-5 itu menyindir Akhyar yang disebutnya ngamuk gara-gara tak didukung PDIP maju sebagai calon wali kota Medan di Pilkada 2020.

"Ada di Medan, dia masuk sebagai PDIP itu. Bayangkan urusan rekomendasi itu sudah otorisasi saya karena saya dipilih kongres partai semua mesti tahu itu," ujar Megawati saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Rabu (26/8/2020).

Akhyar pun keluar dari PDIP karena tak direkomendasikan maju di Pilwalkot Medan. Sementara, PDIP memutuskan memberi rekomendasi dukunga ke menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution. PDIP juga memecat Akhyar karena dianggap tak loyal.

Megawati pun mengaku heran dengan sikap Akhyar. Padahal, selaku kader PDIP saat itu, Akhyar dinilainya harus memahami hak prerogatif Megawati sebagai Ketum dalam menentukan bakal calon kepala daerah yang didukung PDIP.

"Kongres partai memberikan hak prerogatif bukan mau-maunya saya, hak prerogatif pada saya. Mau dicabut nanti di kongres partai kalau tidak disetujui. Tidak direkom terus ngamuk. Lho saya mikir ini gimana katanya kader partai, ya sudah aturan partainya gimana ya sudah saya pecat. Saya pecat. Iya dong fair," ujar Megawati.

"Orang saya yang menentukan hak prerogatif itu, tahu ya? Diberikan kepada seseorang dalam kongres partai pada ketumnya yang terpilih di kongres partai, yang memberikan itu adalah kongres partai yang terdiri dari seluruh tiga pilar partai. Jadi di kita enak sekali tata aturannya," imbuhnya.

Dia pun meminta kader PDIP yang tak mendapat rekomendasi maju di Pilkada 2020 tidak sakit hati. Megawati mengaku tak masalah jika ada kader yang marah secara pribadi kepada dirinya.

"Ya jangan sakit hati loh. Kalian kan mestinya berjuang kalau dari PDI, (tapi) ini nggak. Kalau sekarang saya nggak ngurusin lagilah. Mau marah sama saya boleh, tapi pribadi. Kalau sebagai ketum nggak bisa, itu adalah hak saya supaya tahu loh, supaya tahu," kata Megawati.

Tonton juga 'Sindiran Megawati: Banyak yang Ingin Jadi Presiden di KAMI':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2