Ingat! Vaksin Corona Disuntik 2 Kali, Bukan karena Bisnis

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 11:00 WIB
Virus corona: China diam-diam uji coba vaksin Covid-19 pada para pekerja
Ilustrasi vaksin Corona. Foto tidak berhubungan dengan berita. (BBC World)
Jakarta -

Pemerintah menargetkan vaksin Corona diberikan ke masyarakat pada awal 2021. Mekanismenya, 1 orang bakal disuntik 2 kali. Konsep vaksinasi virus Corona ini mendapat tudingan bisnis dari anggota DPR.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir saat rapat dengan Komisi IX DPR awalnya menjelaskan, setiap orang akan divaksinasi 2 kali dalam jeda waktu. Adapun soal pembuatan vaksin Corona, Indonesia bekerja sama dengan perusahaan asal China dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Nanti konsep vaksinasinya adalah dua kali, jadi tidak sekali, dan tentu kapasitas (dosis vaksin) dari UEA itu ada 220 juta, tetapi komitmen pada hari ini untuk tahun 2020 adalah 10 juta vaksin, dan di tahun 2021, 50 juta vaksin," kata Erick dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Menteri BUMN Erick Thohir bahas kasus Asuransi Jiwasraya bersama Komisi VI DPR. Erick buka-bukaan soal penyelesaian sengkarut PT Asuransi Jiwasraya (Persero).Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir (Dok. detikcom)

Erick menjelaskan, penyuntikan vaksin Corona tak dilakukan sekaligus dua kali. Selain itu, sebut Menteri BUMN itu, vaksin Corona ini tidak selamanya aktif di tubuh.

"Dan kembali ditekankan, ini ada dua kali dosis dalam penyuntikan dengan jeda waktu dua minggu. Sebagai catatan juga vaksin yang ditemukan hari ini untuk COVID-19 ini jangkanya masih enam bulan sampai dua tahun," kata Erick.

"Jadi bukan vaksin yang disuntik selamanya. Jadi, 6 bulan sampai 2 tahun," sambung dia.