Komisi X DPR Minta Dana Kuota Rp 9 T Juga Buat Subsidi Smartphone

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 08:51 WIB
Jubir DPP PKB Syaiful Huda.
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda (Dok. PKB)
Jakarta -

Mendikbud Nadiem Makarim menganggarkan Rp 9 triliun untuk subsidi pulsa atau kuota bagi siswa guru dan mahasiswa. Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda meminta subsidi itu tak hanya kuota, tapi juga smartphone.

"Persoalannya itu tidak berhenti kepada ketersediaan kuota karena faktanya banyak siswa dan mahasiswa, termasuk guru pun kadang ada yang nggak punya smartphone, pada konteks ini, kita dorong ke Kemendikbud gimana supaya Rp 9 T ini tidak semuanya untuk kuota, tapi bisa juga untuk subsidi untuk smartphone," kata Syaiful, ketika dihubungi, Kamis (27/8/2020).

Syaiful mengatakan skema aturan untuk subsidi itu memang tidak gampang. Butuh skema di luar perencanaan subsidi kuota.

"Ini nggak gampang, karena nanti subsidinya berbentuk kuota, teknisnya itu nomor HP-nya didaftarkan, nanti subsidi berbentuk kuota. Ini kan (subsidi smartphone) berarti hal lain yang memang butuh bikin skema sendiri, jadi kerumitan lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, jika perencanaan subsidi kuota berjalan, Syaiful meminta para orang tua mengawasi anaknya secara ketat. Supaya pemberian kuota tidak terbuang untuk hal lain di luar program pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Secara teknologi hampir pasti nggak bisa terkontrol karena belum ada yang bisa membatasi penggunaannya hanya untuk PJJ, pada konteks itu opsinya kembali ke orang tua, orang tua harus menjadi pengawas betul kepada perilaku anaknya ketika mendapatkan kuota, pelaksanaannya secara teknis setelah PJJ, HP harus di tangan orang tua," tuturnya.

Sebelumnya, Nadiem menyampaikan kabar gembira bagi para siswa, mahasiswa, guru, dan dosen di Indonesia. Nadiem mengatakan sudah ada anggaran Rp 9 triliun untuk membantu kegiatan pembelajaran selama 3-4 bulan ke depan berupa tunjangan pulsa.

"Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran sebesar Rp 9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama 3 sampai 4 bulan ke depan," kata Nadiem dalam raker bersama Komisi X DPR RI di MPR/DPR RI, Senayan, Kamis (27/8).

Nadiem mengupayakan agar dana tersebut dapat segera disalurkan. Dia pun berharap para peserta didik dan tenaga pendidik dapat terbantu dengan adanya bantuan ini.

"Ini yang sedang kami akselerasi secepat mungkin untuk bisa segera cair dan harapan kami adalah ini akan bisa membantu banyak sekali siswa dan mahasiswa kita dan juga guru-guru kita," kata Nadiem.

Tonton juga 'Nangis di Depan Jokowi, Perawat Ini Curhat Gajinya Dipotong':

[Gambas:Video 20detik]

(eva/isa)