Wakil Ketua DPRD Jakarta Belajar Tangani Banjir dari Kota Semarang

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 21:16 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Dok. Pemkot Semarang
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Zita Anjani mengaku terkesan dengan kebersihan Kota Semarang. Ia bersama rombongan memang sengaja bertandang ke Kota Atlas ini untuk berkomunikasi langsung dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi soal penanganan banjir.

"Saya terkesan dengan Kota Semarang kondisinya bersih dan tidak menemukan sampah, waktu saya makan pagi-pagi melihat tim pengangkut sampah sudah bekerja. Saya tidak menemukan sampah di jalanan, semua ada di tempatnya. Juga tadi ngobrol dengan Pak Wido (Assisten 2 Sekda Kota Semarang), banjir di Semarang turun, kalau di Jakarta malah naik, karena itu kami datang ke sini untuk mengetahui tips agar banjir Jakarta dapat tertangani, karena sebentar lagi September, masuk musim penghujan," ungkap Zita dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Hendi memberikan sejumlah ulasan cara mengatasi permasalahan banjir di Kota Lumpia tersebut. Pada kesempatan itu dirinya lebih menekankan penanganan banjir tak melulu soal uang. Hendi mencontohkan salah satu kasus banjir di bantaran Sungai Banger Kota Semarang yang dapat teratasi hanya dengan anggaran sebesar Rp 200 juta.

"Seharusnya kami yang belajar ke Jakarta, karena Jakarta punya resources yang lebih besar untuk menangani permasalahan banjir. APBD kita bahkan sangat kecil jika dibandingkan dengan Jakarta. Tapi saya rasa intinya komunikasi, karena setahu saya, seperti di Kota Semarang, sungai apa menjadi kewenangan siapa itu sudah jelas, sehingga tidak mungkin tidak jalan karena tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah," tegasnya.

Menjawab pertanyaan mana yang lebih dulu harus dikerjakan, antara membangun tanggul, membuat waduk, atau normalisasi sungai, Hendi menekankan bahwa hal itu perlu kejelian dalam melihat problematika di lapangan.

"Terkait itu sebenarnya tiap wilayah punya kondisi berbeda, harus turun langsung melakukan pengamatan, lebih urgent menangani rob atau banjirnya. Kalau robnya yang lebih parah ya bangun tanggul dulu, kalau banjir karena hujannya yang lebih mengkhawatirkan ya normalisasi dulu," tandasnya.

Sementara itu Zita menyebutkan masukan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut akan digunakan sebagai bahan pembahasan Panitia Khusus Banjir DPRD Provinsi DKI Jakarta.

(prf/ega)