Pimpinan KPK: Banyak Perempuan Dihalangi Saat Ingin Ungkap Korupsi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 12:07 WIB
Lili Pintauli Siregar
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar berbicara pengalamannya saat bekerja di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Lili mengatakan banyaknya perempuan yang menjadi korban pada kasus korupsi. Apa maksudnya?

"Setidaknya berangkat pengalaman saya selama 10 tahun di LPSK ternyata perempuan-perempuan dalam tindak pidana korupsi juga menjadi korban," kata Lili Pintauli dalam diskusi online 'Perempuan, Korupsi dan Kesetaraan Gender' yang disiarkan di YouTube KPK, Rabu (27/8/2020).

Lili mengatakan kelompok perempuan ini sering mendapat halangan ketika ingin mengungkap sebuah praktik korupsi. Lili menyebut halangan itu bahkan datang dari orang-orang terdekat.

"Misalnya, perempuan itu punya kesadaran untuk mengungkap apa yang dia ketahui apa yang dilakukan oleh atasannya oleh perintah atasannya tetapi kemudian ada atau bahkan terjadi beberapa kasus justru mendapatkan halangan dari pasangan, dari keluarga, dari anak, dari mertua, dari semua keluarga," ungkap Lili.

Menurutnya, hal seperti itu malah berdampak buruk bagi kehidupan perempuan tersebut. Bahkan, Ia menyebut tak jarang efek dari kasus itu malah berujung pada perceraian di keluarga perempuan tersebut.

"Efeknya adalah, sebagian atau ada beberapa kasus itu malah menjadi perpisahan dan kemudian akhirnya dia mengalami musibah bertubi-tubi di mana kemudian dia diberhentikan atau dia dimutasikan, dia diceraikan dan kemudian dia tidak punya tempat tinggal dan tidak punya kehidupan ekonomi yang baik," ujarnya.

Untuk itu, Lili berharap ke depan kelompok perempuan ini semakin mendapat perlindungan dalam upaya pemberantasan korupsi. Sebab, ia mengatakan kelompok perempuan ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan karakter antikorupsi di lingkungan terkecil seperti keluarga.

"Kita memandang perempuan itu memiliki peran yang sangat penting tentu untuk mendorong adanya perubahan dan kemudian satu hal yang terpenting adalah bagaimana perempuan bisa mendorong menanamkan karakter jujur sedari dini tentunya. Sebagaimana kita ketahui pendidikan karakter ini tentu dimulai dari keluarga, di lingkungan terkecil dan kemudian di sinilah peran perempuan, peran ibu itu menjadi sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut," tuturnya.

(ibh/dkp)