Canda Gubsu soal Datang-Pergi Firli Tak Diketahui: Sama dengan Jelangkung

Ahmad Arfah - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 11:28 WIB
Rapat koordinasi pemberantasan korupsi di Sumatera Utara (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Rapat koordinasi pemberantasan korupsi di Sumatera Utara (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi berkelakar soal sulitnya bertemu dengan Ketua KPK Firli Bahuri. Dia mengatakan datang dan perginya Firli ke suatu daerah tak boleh diketahui seperti jelangkung.

Candaan itu disampaikan Edy saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Daerah se-Sumatera Utara di Medan, Kamis (27/8/2020). Rapat ini dihadiri oleh Firli.

Edy awalnya bicara soal Firli yang sudah tiga kali berjanji untuk datang ke Sumut. Dia pun bersyukur Firli bisa memenuhi janjinya.

"Sekarang kalau nggak hadir juga keterlaluan. Beliau hadir, rombongannya juga sudah dikirim duluan ke sana sini. Ini lah KPK," ujar Edy.

Dia kemudian bercerita soal sulitnya bertemu Firli setelah menjabat sebagai Ketua KPK. Menurutnya, protokol terkait kehadiran Firli di pada suatu acara sangat ketat.

"Saya nggak mau bicara panjang di sini karena saya juga cukup sulit untuk jumpa Pak Firli ini. Datang dan pergi, katanya tak boleh diketahui, wah sama dengan jelangkung ini. Ya sudah saya ikuti memang itu aturannya. Kasihan benar Pak Firli ini kami mau nostalgia, mau ngobrol pun tak bisa. Disiapkan kemarin, bapak hanya boleh di sini waktunya segini, tempatnya di sini. Terpaksa saya adukan ini karena supaya saya tak punya beban, unek-unek ini," ujar Edy disambut tawa peserta rapat.

Dalam sambutannya, Edy meminta KPK mendampingi pemerintah daerah di Sumut mulai dari Pemprov hingga Pemkab dan Pemkot dalam pelaksanaan program pemerintah. Dia mengatakan pendampingan dari KPK penting agar pelaksanaan suatu program tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Kami didampingi. Kalau perlu buka kantor KPK baru di sini, biar bisa dampingi secara pasti. Biar bisa tahu yang nanti harus kita selesaikan dengan segala kesulitannya," ujarnya.

Di akhir sambutan, Edy kembali melontarkan candaan ke Firli. Dia menyebut pihak protokoler juga melarang Firli makan siang bareng dengan dirinya. Menurutnya, makan siang yang dihadiri Firli juga harus dihadiri orang banyak, termasuk jurnalis.

"Termasuk makan siang ini Pak Firli. Kami ingin mengundang bapak makan siang khusus di tempat meja saya, dilarang. Jangan Pak, kami tolong dijaga, sampai di situ dijaga. Kami siapkan kalau boleh bapak mau mengundang Pak Firli makan harus sama-sama termasuk wartawan ikut makan, berarti cost nya nambah Pak. Tapi nggak apa-apa," ujar Edy disambut tawa lagi oleh peserta. (haf/tor)