Pertimbangan MS Aceh Ubah Vonis Guru Cabul Jadi Cambuk: Efek Jera-Berhemat

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 17:10 WIB
hukuman cambuk di acehq
Ilustrasi hukuman cambuk (Foto: agus)
Banda Aceh -

Mahkamah Syar'iyah (MS) Aceh menjelaskan pertimbangan mengubah vonis oknum guru SD di Aceh Selatan berinisial MUS (52) dalam kasus pencabulan dari 84 bulan penjara menjadi 90 kali cambuk. Hakim menilai hukuman cambuk memberi efek jera, sanksi sosial hingga menghemat uang negara.

Dilihat detikcom dari putusan MS Aceh, Rabu (26/8/2020), majelis hakim dalam pertimbangannya mengaku tidak sependapat dengan pertimbangan hukum dan putusan MS Tapaktuan. Pertimbangkan MS Tapaktuan disebut tidak memenuhi rasa keadilan dalam pemberlakuan Qanun Jinayat.

Duduk sebagai majelis hakim yaitu M Anshary hakim tinggi MS Aceh yang ditunjuk sebagai Ketua Majelis, Misharuddin dan Amridal masing-masing sebagai anggota. Dalam persidangan, majelis hakim juga memberikan pertimbangan-pertimbangan.

"Untuk mewujudkan nilai keadilan dari suatu putusan pengadilan, penjatuhan uqubat terhadap terdakwa harus memenuhi beberapa aspek, yaitu antara lain aspek yuridis, aspek sosiologis baik terhadap korban dan juga terhadap terdakwa dan keluarganya, aspek psikologis dan aspek edukatif," kata hakim dalam pertimbangannya.

Setelah merinci setiap aspek dimaksud, hakim juga berpendapat dalam Pasal 47 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat terdapat alternatif uqubat, yaitu uqubat cambuk, denda dan uqubat penjara. Dalam penjatuhan uqubat, hakim berpendapat tidak boleh diabaikan kepentingan keluarga terdakwa dan dari alternatif yang diberikan membenarkan menerapkan satu macam uqubat yang dirasa dapat menimbulkan rasa adil.

"Yakni terdakwa harus dihukum dengan uqubat yang dapat menimbulkan efek jera tetapi meminimalisir dampak buruk bagi kehidupan keluarga setelah terdakwa menjalani uqubat tersebut, disisi lain para korban juga terhindar dari timbulnya rasa trauma dan depresi dengan pengalamannya yang lalu," jelas hakim.

"Berdasarkan pertimbangan tersebut, Mahkamah Syar'iyah Aceh berpendapat bahwa uqubat yang dirasa tepat dan menjangkau rasa keadilan adalah menjatuhkan uqubat ta'zir cambuk terhadap terdakwa," sambung hakim.

Tonton video 'Bejat! Guru Ngaji di Makassar Cabuli 5 Muridnya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2