PPP Pertanyakan Survei Denny JA Soal Gatot Nurmantyo

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 14:32 WIB
arsul sani
Foto: Arsul Sani. (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta -

PPP mempertanyakan prediksi LSI Denny JA yang menyebut partainya bakal karam di Pemilu 2024 jika tak merekrut tokoh yang memiliki pengaruh besar, seperti Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Uno. Meski terbuka dengan tokoh-tokoh baru, PPP mengingatkan ada syarat tertentu untuk seseorang bisa menjadi ketua umum.

"Meski merupakan partai kader, tapi PPP memang juga terbuka bagi siapapun apalagi tokoh muslim nasional. Hanya untuk menjadi Ketua Umum ada syarat pernah menjadi pengurus DPP PPP dulu selama minimal satu periode 5 tahun," ujar Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Rabu (26/8/2020).

Arsul juga mengaku tidak kaget dengan prediksi LSI Denny JA yang menilai PPP akan tenggelam pada Pemilu 2024. PPP sudah biasa diramalkan seperti itu, namun prediksi tersebut menurut Arsul tidak terbukti.

"PPP tidak kaget dg prediksi spt itu, yakni dianggap akan tenggelam, tidak lolos PT (parliamentary threshold) sehingga hilang dari Senayan. Hal seperti itu bukan isu atau ramalan baru," sebutnya.

Wakil Ketua MPR itu juga menyebut PPP sempat diramalkan tak akan masuk DPR ketika mantan ketumnya, Romahurmuziy terkena kasus korupsi. Namun di Pemilu 2019, kata Arsul, PPP membuktikan diri bisa kembali masuk DPR.

"Dari sejak sebeli Pemilu 2009 PPP selalu diprediksi begitu ketika mau ada Pemilu. Bahkan di Pemilu 2019 begitu banyak pihak memprediksi PPP tidak akan melewati PT Parlemen akibat adanya kasus Rommy yang terjadi hanya 1 bulan sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 dengan coverage media atas kasus tersebut yang luar biasa dan meruntuhkan moralitas jajaran PPP," urai anggota Komisi III DPR itu.

Arsul pun mempertanyakan prediksi LSI Denny JA kali ini. Ia menyoroti kredibilitas analisis LSI Denny JA yang menyebut PPP perlu Gatot atau Sandiaga Uno agar tidak karam di pemilu mendatang.

"Soal apakah itu hasil survei yang kredibel atau pesanan ya biar Denny JA saja yg menjawab. Kita sudah sama-sama tahu lah sosok Denny JA," kata Arsul.

Sementara itu Wasekjen PPP, Ahmad Baidowi menyerahkan penilaian soal prediksi LSI Denny JA soal partainya ke masyarakat. Ia juga bertanya-tanya mengapa tiba-tiba LSI Denny JA membahas soal hal tersebut.

"Sekali lagi itu hak beropini LSI DJA. Biarlah publik yang menilai, kenapa misalnya tiba-tiba bicara tentang tema ini," ucap Baidowi, terpisah.

Sebelumnya, LSI Network Denny JA memprediksi PPP akan karam di Pemilu 2024 bila tak menggaet tokoh yang punya pengaruh besar ke publik. Ada dua nama besar yang dinilai bisa menjadi magnet bagi PPP, yakni Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan mantan cawapres Sandiaga Uno.

"Dua tokoh nasional, Jenderal Gatot Nurmantyo (GN) dan Sandiaga Salahudin Uno (SSU) sangat potensial menjadi magnet public yang dapat mengantar Partai Persatuan Pembangun (PPP) kembali bangkit sebagai parpol besar. Jika tak ada , PPP hanya akan menjadi kapal tua yang sebentar lagi karam," ujar Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8).

Tonton juga video 'Survei LSI Denny JA: Kecemasan Ekonomi di Masyarakat Melebihi Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/fjp)