Pemprov Bangun 50 Hunian Tetap di Luwu Utara, Sisanya Tunggu Janji Kementerian

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 09:03 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani meninjau hunian sementara untuk korban banjir bandang Masamba (dok. Istimewa).
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani meninjau hunian sementara untuk korban banjir bandang Masamba. (Foto: Istimewa)
Makassar -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membangun 50 hunian tetap untuk korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara. Pemprov Sulsel juga masih menunggu janji dari Kemenko PMK dan Kementerian PUPR yang akan membangun hunian tetap untuk korban banjir Luwu Utara.

"Jadi saya ingin lagi bangun hunian tetap 50. Jadi nanti yang membedakan adalah luasnya ini tipe 36," ujar Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam keterangannya di Makassar, Rabu (26/8/2020).

Nurdin pemenuhan hunian tetap untuk korban banjir bandang Luwu Utara kian mendesak dan harus segera dipenuhi. Untuk itu, pihaknya mengawali pembangunan hunian tetap sebanyak 50 unit.

"Kita lagi menunggu dijanjikan oleh PUPR. Terus dijanjikan oleh menteri PMK. Makanya, karena mendesak kita bangun cepat dan nanti kalau selesai 50 kita lapor ke Pak Menteri," katanya.

Nurdin pada Senin (25/8) lalu sempat meninjau langsung korban terdampak banjir di Luwu Utara, khususnya mereka yang masih mengungsi karena rumahnya rusak akibat banjir. Dalam kunjungan keempat Nurdin pascabanjir bandang tersebut, warga yang masih mengungsi mengeluhkan masalah belum terbangunnya hunian tetap untuk korban.

"Oleh karena itu, kita putuskan di lapangan untuk membangun 50 hunian tetap. Ini supaya memancing kementerian untuk segera ikut karena sudah menjanjikan. Anggaran untuk 50 huntap (hunian tetap) ini dari Pemerintah Provinsi. Lahannya juga sudah disediakan oleh pemerintah daerah," imbuhnya.

Sementara itu, Pemprov Sulsel hingga saat ini sudah membangun sebanyak 100 hunian tetap untuk korban banjir bandang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, yang merupakan salah satu desa yang mengalami dampak paling parah saat banjir bandang.

Total ada sekitar 1.000 jiwa di Luwu Utara yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan terpisah, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menyebutkan jika saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan 10 hektare lahan yang akan digunakan sebagai lokasi hunian tetap bagi korban banjir yang kehilangan tempat tinggal.

"Kita sudah siapkan 10 hektare lahan di 4 humparan yang berbeda. Salah satunya ada di Panampung. Karena ada beberapa desa yang terdampak, jadi huniannya kita tempatkan di dekat permukiman mereka," kata Indah.

(nvl/dwia)