Markas PDIP Dimolotov Gegara Poster Rizieq Dibakar, Ini Kata Budi Djarot

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 20:07 WIB
Rumah pengurus DPC PDIP Kabupaten Bogor dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Garis polisi pun dipasang di area rumah tersebut.
Rumah pengurus DPC PDIP Kabupaten Bogor dilempari bom molotov (M Solihin/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap 7 pelaku pelemparan bom molotov ke markas PAC PDIP Cileungsi, Bogor. Kepada polisi, pelaku mengaku sengaja melempar molotov ke markas PDIP karena emosi poster Habib Rizieq dibakar.

Pembakaran foto Habib Rizieq yang dimaksud para pelaku ialah kejadian saat ada aksi di depan gedung DPR RI. Diketahui, aksi tersebut terjadi pada 27 Juli dan dipimpin Pentolan Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Budi Djarot.

Terkait pernyataan pelaku pelemparan molotov, Budi menolak dikaitkan. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan dua peristiwa hukum.

"Sebagai peristiwa hukum, dua peristiwa yang nggak ada kaitannya," kata Budi lewat pesan singkat, Selasa (25/8/2020).

Budi menyerahkan kasus tersebut kepada penegak hukum.

"Bola sudah masuk ke ranah hukum, biarkan proses hukum berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jangan sampai terjadi trial by the press," ujar Budi.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkapkan pengakuan tujuh pelaku yang terlibat aksi pelemparan bom molotov ke markas PAC PDIP Cileungsi, Bogor. Dari pengakuannya, pelaku melempar molotov karena emosi foto Habib Rizieq Syihab dibakar.

Dua dari 7 pelaku merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI). Mereka ditangkap sejak Kamis (20/8) lalu di empat tempat.

"Sampai dengan saat ini pemeriksaan tersangka ini karena ada emosi dari masing-masing pribadi atas awal kali terjadinya pembakaran foto di Gedung DPR RI," ujar Kapolres Bogor AKBP Roland Rolandy di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (25/8).

PDIP sendiri merasa kasihan kepada para pelaku. Ia prihatin mengetahui motif di balik penyerangan terhadap markas PDIP di Bogor.

"Sekali lagi sebagai sesama anak bangsa, subjektif saya ya ngelus dada," ujar Bambang Wuryanto kepada detikcom, Selasa (25/8).

Sementara itu, Budi sebelumnya mengatakan peristiwa pembakaran poster Habib Rizieq di depan gedung DPR pada 27 Juli terjadi secara spontan. Dia mengatakan pembakaran tersebut terjadi karena massa marah. Dia mengatakan kemarahan massa dipicu beberapa hal, seperti demo menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimakzulkan hingga perobekan bendera Merah Putih.

"Foto itu tiba-tiba ada di situ. Jadi itu accident pembakaran itu," kata Budi kepada wartawan, Jumat (7/8).

(jbr/imk)