Gabung Massa Buruh, Mahasiswa ke Depan DPR Tolak RUU Omnibus Law

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 15:42 WIB
Mahasiswa bergabung dengan massa buruh di depan Gedung DPR RI pada Selasa, 25 Agustus 2020
Mahasiswa bergabung dengan massa buruh di depan Gedung DPR RI pada Selasa, 25 Agustus 2020. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Massa mahasiswa ikut merapat ke depan gedung DPR, Jakarta Pusat. Mereka bergabung dengan massa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang sudah sejak pagi berada di lokasi.

Pantauan detikcom, Selasa (25/8/2020), mahasiswa datang dari arah Semanggi pukul 14.55 WIB. Massa berjalan membawa spanduk panjang diiringi satu mobil komando.

Mahasiswa melakukan orasi dari mobil komando sambil jalan menuju depan gedung DPR. Mahasiswa membentangkan spanduk bertulisan 'Tolak Omnibus Law' dan 'DPR Melunjak Rakyat Berontak'.

Para mahasiswa mengenakan almamater universitas masing-masing. Usai mobil komando mahasiswa merapat ke depan gedung DPR, mahasiswa disambut massa buruh yang masih bertahan.

"Tuntutan kami simpel, gagalkan Omnibus Law, selesai perkara, Indonesia merdeka," kata salah seorang orator mahasiswa di mobil komando.

Seperti diketahui, massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar demo menolak RUU Cipta Kerja 'omnibus law' dan PHK akibat virus Corona pagi ini.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pun telah menemui massa buruh yang menolak omnibus law RUU Cipta Kerja. Dasco meminta massa buruh mengontrol dan mengawasi kinerja DPR agar dapat memperjuangkan aspirasi terkait RUU Cipta Kerja.

Awalnya Dasco menyampaikan salam hangat dari Ketua DPR RI Puan Maharani kepada massa buruh. Massa buruh berdemo di depan gedung DPR, Jalan Gatot Subroto.

"Saudara-saudara sekalian, saya menyampaikan salam hangat dari Ketua DPR RI Ibu Puan Maharani yang menyampaikan kepada kawan-kawan buruh sekalian bahwa DPR RI akan sekeras-keras memperjuangkan aspirasi kawan-kawan sekalian," kata Dasco.

Dasco kemudian menjelaskan telah membentuk tim perumus bersama dengan serikat buruh terkait omnibus law RUU Cipta Kerja. Dari tim perumus itu dihasilkan kesepahaman yang berasal dari aspirasi buruh.

"Yang kedua, bersama-sama teman-teman serikat pekerja, kami telah membentuk tim perumus yang membuahkan kesepahaman-kesepahaman untuk memasukkan aspirasi kawan-kawan dalam klaster RUU Cipta Kerja," ujar Dasco.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini memberi contoh aspirasi yang akan diperjuangkan oleh DPR. Dasco mengatakan seperti perselisihan buruh yang diperjuangkan dapat diproses dengan cepat.

"Saya kasih contoh, yang akan kami lakukan dalam aspirasi adalah misalnya perselisihan buruh yang sekarang ini memakan waktu bertahun-tahun sampai tingkat banding, tingkat MA (Mahkamah Agung) dan lain-lain, kita akan persingkat, sehingga prosesnya tidak bertele-tele dan menyesatkan semua pihak," ucapnya.

"Kalau tadi pembawa acara bilang, kita sekarang berlagak berteman, kita memang sudah berteman, kita sudah bersaudara, kami akan sekeras-kerasnya memperjuangkan apa yang sudah kita serap sepahamankan dengan apa yang kemarin dengan tim perumus dalam RUU klaster tenaga kerja," imbuh Dasco.

Mahasiswa bergabung dengan massa buruh di depan Gedung DPR RI pada Selasa, 25 Agustus 2020Mahasiswa bergabung dengan massa buruh di depan Gedung DPR RI pada Selasa, 25 Agustus 2020. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
(aud/aud)