PN Jakpus Tutup Sementara Usai Hakim-Pegawai Reaktif Corona

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 13:02 WIB
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Gedung PN Jakpus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghentikan aktivitas sementara di gedung pengadilan selama 7 hari. Hal itu dilakukan setelah 9 orang, termasuk hakim hingga pegawai PN, reaktif Corona setelah menjalani rapid test.

"Adapun PN Jakarta Pusat melaksanakan WFH/lockdown berdasarkan surat Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No.W10-U/7740/KP.04.2/8/2020, tertanggal 24 Agustus 2020, selama 7 hari, terhitung mulai tanggal 25 Agustus sampai dengan 1 September 2020," ujar pejabat humas PN Jakpus, Bambang Nurcahyono, kepada wartawan, Selasa (25/8/2020).

"WFH atau lockdown di PN Jakarta Pusat ini untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, khususnya di klaster baru di perkantoran, sesuai instruksi Gugus Tugas Penanganan COVID-19," imbuhnya.

Penutupan sementara dilakukan setelah hasil rapid test menunjukkan ada 9 orang di PN Jakpus reaktif Corona. 9 orang itu terdiri atas hakim hingga pegawai pengadilan.

"Sembilan orang yang reaktif hasil rapid test kemarin Senin, 24 Agustus 2020, terdiri dari hakim dan pegawai PN Jakarta Pusat," jelas dia.

Bambang mengatakan 9 orang itu hari ini melakukan swab test. Semua pegawai dan hakim lain juga mengikuti swab test sebagai lanjutan dari rapid test Senin (24/8) kemarin.

"Saat ini hari Selasa, tanggal 25 Agustus, tengah dilakukan swab test lanjutan dari rapid test yang telah dilakukan PN Jakarta Pusat," katanya.

Bambang memastikan hakim yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menyelesaikan tugasnya. Perkara sidang akan ditunda hingga 1 September 2020.

"Hakim tetap menangani perkara, namun untuk sementara sidang ditunda dulu selama 1 Minggu ke depan, kecuali perkara yang sangat mendesak yang harus segera diselesaikan, tetap dilaksanakan," tegas dia.

Tonton juga video 'Jokowi: Promosi Pakai Masker Belum Kelihatan':

(zap/maa)