Jokowi Soroti Kurangnya Promosi Pakai Masker, Komisi IX Beri Saran Ini

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 08:30 WIB
Polisi dan TNI menggelar sidak ke dua pasar tradisional di Kawasan Wisata Pacet, Kabupaten Mojokerto. Hasilnya, sekitar 30 persen pedagang dan pembeli tidak memakai masker.
Ilustrasi (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti bahwa kampanye untuk menggunakan masker belum meningkatkan kepatuhan masyarakat. Anggota Komisi IX DPR RI memberikan beberapa masukan agar masyarakat taat menggunakan masker untuk mencegah penularan Corona.

"Menurut saya memang yang harus dilakukan pertama bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya pemakaian masker itu," kata Anggota Komisi IX dari fraksi PAN, Saleh Pertoanan Daulay saat dihubungi, Senin (24/8/2020).

"Jadi kesadaran masyarakat itu harus pertisiparotis, jadi semua pihak, semua anggota masyarakat harus turut serta di dalamnya. Karena kalau misalnya masih ada masyarakat yang tidak terlibat di dalamnya dikhawatirkan ini persoalan COVID dan penyebaran ini tidak bisa akan diputus mata rantainya, karena banyak orang yang mungkin sudah pakai masker tapi yang lain nggak ya tetap aja penyebarannya masih sangat memungkinkan," imbuhnya.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat itu, Saleh menyebut sosialisasi harus dilakukan secara masif. Serta melibatkan organisasi dan tokoh masyarakat.

"Pemerintah harus melakukan upaya-upaya yang pertama gerakan sosialisasi masif dilakukan dari pemerintah pusat sampai desa. Kemarin Presiden Jokowi misalnya mengajak PKK untuk bergerak dari pusat sampai ke desa-desa. Sekarang sejauh mana itu efektif itu harus dipantau dan terus digalakkan. Juga bagaimana mengaktifkan organisasi masyarakat dari pusat ke daerah, dan juga tokoh agama dan tokoh-tokoh lembaga pendidikan," tutur Saleh.

Selain itu, Saleh mengatakan pemerintah juga harus memastikan ketersediaan masker bagi masyarakat. Menurut Saleh, perlu adanya pembagian masker gratis secara berkala.

"Tentu pemerintah harus memikirkan bagaimana agar ketersediaan masker betul-betul bisa diperoleh masyarakat, jadi akses terhadap masker itu bisa dijangkau oleh masyarakat. Karena saya sendiri kemarin mengunjungi 22 desa di mana kesadaran orang untuk memakai masker sangat rendah hanya 20 persen. Ketika ita tanya, karena memang akses masker sangat terbatas, itu di daerah-daerah, karena sekarang COVID-19 ini bukan hanya di kota tapi juga ada di daerah," sebut Saleh.

Tonton video 'Jokowi: Promosi Pakai Masker Belum Kelihatan':

[Gambas:Video 20detik]