Mendagri Dukung EO Virtual Dilibatkan di Kampanye Pilkada 2020 

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 19:41 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian (Foto: dok.screenshot video Kemendagri)
Jakarta -

Mendagri Tito Karnavian mendukung bisnis inovatif Event Organizer (EO) virtual diterapkan dalam kampanye virtual Pilkada 2020. Tito menilai jasa EO virtual dapat dilibatkan pada penyelenggaraan kampanye Pilkada sehingga aman dari COVID-19.

"EO bisa mendesain event kampanye tatap muka yang diikuti peserta 50 orang, misalnya, namun kemudian dikoneksikan dengan jaringan medsos secara virtual lewat live streaming (siaran langsung) online dan channel digital lainnnya, sehingga bisa diikuti audiens yang lebih banyak, hingga menjangkau ratusan bahkan ribuan orang," kata Tito dalam keterangannya, Senin (24/8/2020).

Berdasarkan data dari pelaku industri ini, satu siaran langsung bisa menarik sedikitnya 4.000-5.000 akun penonton. Ragam acara siaran langsung bermacam-macam, yaitu mulai dari yang dikemas sebagai bincang-bincang, seminar, konferensi pers hingga yang berbentuk hiburan.

Jumlah audiens acara daring bisa meningkat lebih dari tiga kali lipat pada acara-acara yang bersifat hiburan. Diketahui PKPU membatasi peserta kampanye terbuka selama kampanye di tengah masa pandemi COVID-19. Sementara kampanye virtual akan dibuka seluas-luasnya.

Bisnis EO Virtual, selama ini lebih banyak menggarap acara webinar, pernikahan dan pengenalan produk. Tito menilai peluang bisnis EO Virtual dapat menjadi salah satu solusi Pilkada untuk menjangkau lebih banyak calon pemilih.

Hal ini semakin relevan di daerah-daerah yang dengan wilayah yang luas dengan jarak satu kota dan kota lainnya yang cukup jauh. Adanya kendala signal yang dialami sejumlah daerah tidak menjadi masalah lagi karena sudah tersedia jasa penguatan mobile signal di pasar.

Alasan Tito mendukung penggunaan jasa EO virtual didasarkan pada potensi bisnis tersebut dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya anak-anak muda, di tengah tekanan Pandemi COVID-19.

Para pelaku bisnis EO virtual yang umumnya adalah kawula muda, dapat mengaktualisasikan kreativitas mereka di daerah masing-masing untuk menghadirkan terobosan komunikasi publik dalam rangka melayani kebutuhan kandidat Pilkada.

Tito menyebut nantinya terobosan-terobosan yang ada akan menghadirkan perubahan perilaku komunikasi konvesional dengan kerumumanan massa yang berdesak-desakan, menjadi komunikasi efektif yang menarik dan aman COVID-19.

"Pilkada adalah momentum untuk memutus rantai penularan COVID-19 bila dilaksanakan secara maksimal dengan protokol kesehatan dan optimalisasi potensi digital yang saat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan setiap individu masyarakat," ucapnya.

Tito berharap tiap kandidat pasangan calon kepala daerah Pilkada dapat memanfaatkan terobosan teknologi digital ini dalam mengkomunikasikan materi kampanyenya.

(yld/gbr)