Dicecar Hakim, Karyawan Ini Tak Tahu Putra Siregar dan Kepanjangan PS Store

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 17:00 WIB
Bos PS Store Putra Siregar bersama koleksi mobilnya
Bos PS Store, Putra Siregar (Foto: Instagram @putrasiregarr17)
Jakarta -

Majelis hakim mencecar karyawan PS Store, Budi, soal keberadaan La Hata. Diketahui, La Hata adalah eks karyawan PS Store yang berperan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penerimaan dan distribusi ponsel.

Mulanya hakim bertanya kepada Budi soal siapa pemilik PS Store. Budi pun menjawab La Hata sebagai pemilik PS Store. Padahal bos PS Store adalah Putra Siregar bin Imran Siregar.

"Yang saya tahu PS Store punya Pak Hata," ujar Budi di PN Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jakarta Timur, Senin (24/8/2020).

Lantas hakim bertanya mengenai keberadaan La Hata.

"Sekarang Hata di mana?" kata hakim Tri Andita.

"Nggak tahu," sahut Budi.

Budi (kanan) memberikan kesaksian di PN Jaktim (Isal Mawardi/detikcom)Budi (kanan) memberikan kesaksian di PN Jaktim. (Isal Mawardi/detikcom)

Budi, yang sudah 6 bulan bekerja di PS Store, tidak tahu-menahu asal muasal barang-barang yang dijual. Budi pun tak tahu bahwa barang yang dijual di PS Store ilegal.

Budi mengungkapkan setiap bulan sejumlah ponsel dikirim ke PS Store. Sejumlah merek ponsel dalam negeri maupun asing pun ada.

"Kondisinya second, ada yang lengkap dan batangan," sebut Budi.

Dalam kesaksiannya, Budi mengaku sama sekali tak tahu bahwa PS Store merupakan kepanjangan dari 'Putra Siregar Store'. Ia hanya mengetahui PS Store adalah Phone Shop Store.

"Yang saya tahu Phone Shop," terangnya.

Putra Siregar bin Imran Siregar didakwa melakukan penimbunan dan menjual barang impor di luar wilayah kepabeanan. Jaksa menilai perbuatan Putra sebagai tindak pidana.

Putra didakwa melanggar Pasal 103 huruf d UU RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan dan UU RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

(isa/jbr)