Cerita Polisi Damaikan 2 Kampung di Papua yang Minta Izin Perang 3 Hari

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 10:28 WIB
Kapolres Jayawijaya Papua AKBP Dominggus Rumaropen memediasi warga agar tidak perang antarkampung.
Kapolres Jayawijaya Papua AKBP Dominggus Rumaropen memediasi warga agar tidak perang antarkampung. (Dok. Istimewa)
Jayapura -

Polisi memediasi kasus pertikaian warga 2 kampung yang bertikai di Jayawijaya, Papua. Para tokoh dari kedua belah pihak dirangkul agar situasi menjadi kondusif.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan dua kampung yang bertikai itu yakni Kampung Meagama dan Kampung Wukahilapok, Papua. Jalur damai terus diupayakan.

"Tanggal 19 Agustus perang kita bisa hentikan dan tidak ada korban dari kedua belah pihak, dan kemarin tanggal 20 Agustus hingga hari ini kita berupaya untuk menggiring tokoh-tokoh kedua belah pihak dan hari ini sementara pembicaraan telah berjalan, kita memperkecil masalah dan sudah mengarah ke jalur damai," kata Kamal dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2020).

"Damai dalam hal ini meletakkan busur/panah tidak berperang sedangkan denda adat dan sebagainya sementara akan dibawa ke honai adat kemudian mereka akan dibicarakan," lanjutnya.

Personel kepolisian masih bersiaga di batas wilayah kedua kampung tersebut. Razia terhadap benda-benda tajam yang digunakan warga untuk berperang juga dilakukan.

"Sampai saat ini Kepolisian Polres Jayawijaya masih berada di batas wilayah Distrik Pelebaga dan Kampung Meagama Distrik Hubikosi. Untuk mengantisipasi berkembangnya masalah ini jajaran kepolisian ini sudah 2 hari ini melakukan razia-razia, kegiatan kepolisian berupa patroli dan melakukan penyitaan terhadap benda-benda tajam yang sudah kita lakukan di tiga titik seperti di jalan menuju Kampung Meagama, kemudian kawasan menuju Distrik Pelebaga dan juga di kawasan kota di Kampung Lantipo," ujarnya.

Polres Jayawijaya juga masih berupaya mempertemukan tokoh adat di dua kampung tersebut sehingga keduanya dapat secara terbuka menyelesaikan kasus pertikaian yang terjadi.

"Saat ini mereka berusaha untuk kedua belah pihak bisa bertemu, agar bisa memandu dan memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak, di mana dari dialog ini mereka bisa bersama-sama merasakan secara terbuka dan hasil pertemuan tersebut dari pihak pertama Pelebaga menyatakan pihaknya bersalah dan siap didenda secara adat," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2