Dugaan Pemred soal Tempo.co Diretas: Isu Influencer di Balik RUU Ciptaker

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2020 10:32 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Ilustrasi (Foto: Pawel Kopczynski/REUTERS)
Jakarta -

Pemred Tempo.co Setri Yasra mengungkapkan peretasan situs berita dialami pihaknya saat Tempo berkali-kali menulis pelibatan influencer dalam mengkampanyekan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Setri menyebut peretasan itu terjadi dalam beberapa rangkaian peristiwa.

Awalnya Setri menceritakan peretasan itu terjadi pada Jumat (21/8) dini hari pada pukul 00.00 WIB. Mendengar peristiwa peretasan itu, Setri terkejut.

"Bagi kami sih cukup mengejutkan ya karena meskipun bahwa upaya-upaya peretasan sudah sering kali kita terima, tapi ini terjadi spesial karena seperti sebuah rangkaian peristiwa," kata Setri dalam acara Perspektif Indonesia yang bertajuk 'Peretasan di Dunia Maya' yang disiarkan radio Smart FM, Sabtu (22/8/2020).

Setri mengatakan, sebelum terjadinya peretasan itu, Tempo berkali-kali menulis berita terkait membayar influencer dalam mengkampanyekan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Lalu kemudian berita tersebut menjadi ramai di media sosial.

"Bahwa sebelumnya teman kami di Koran Tempo, kami termasuk di Tempo.co, juga itu berkali-kali menulis soal bagaimana penggunaan para influencer yang dibayar untuk mengkampanyekan RUU omnibus law dan terjadilah. Dan terjadi diskusi yang sangat keras sekali di media sosial, berbagai langkah menyeranglah--dalam tanda petik--tapi kami sih biasa," jelasnya.

"Itu menjadi rutinitas biasa karena memang seperti itu kalau kita mengangkat sebuah tema dan menyangkut orang-orang tertentu pasti ada ada dampak dan upaya 'menyerang' itu lewat media sosial," sambungnya.

Saat peretasan itu, tampilan Tempo.co berubah menjadi hitam dengan tulisan sebagai berikut: Deface By @xdigeeembok. STOP HOAX! Stop Hoax, Jangan BOHONGI Rakyat INdonesia. Kembali ke etika jurnalistik yang benar patuhi dewan pers. Jangan berdasarkan ORANG yang BAYAR saja. Deface By @xdigeeembok.

Selanjutnya
Halaman
1 2