Syarief Hasan Dukung Perombakan Gedung Sarinah untuk Tumbuhkan UMKM

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 16:34 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan
Foto: Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. (Zhacky-detikcom)
Jakarta -

Gedung Sarinah, Jakarta Pusat saat ini tengah dirombak total. Rencananya, gedung tersebut akan dimanfaatkan untuk sarana penjualan produk-produk lokal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rencana transformasi Sarinah menjadi etalase promosi produk lokal mendapatkan dukungan dari Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. Ia memandang, rencana tersebut tepat untuk menghidupkan kembali UMKM di saat pertumbuhan ekonomi melambat akibat pandemi COVID-19. Ia pun menekankan, PT Sarinah sebagai BUMN di bidang ritel dan perdagangan harus membantu UMKM dan koperasi agar bisa bertumbuh dengan cepat.

"Sebenarnya konsep ini sudah saya rintis dan sudah berjalan saat saya menjadi menteri, dengan konsep membantu pemasaran produk-produk UMKM dan Koperasi seluruh Indonesia di Gedung SMESCO Jakarta, milik Kementerian Koperasi & UKM RI. Saya juga membangun mitra antara pelaku UMKM & koperasi dengan pelaku ritel swasta besar agar rantai distribusi produk UMKM dan koperasi bisa lebih cepat meluas, dikenal dengan efisien sehingga dengan mudah dibeli oleh konsumen. Namun konsep tersebut semua berubah dan tidak jelas di era Presiden Jokowi. Saya mendukung bila konsep tersebut dihidupkan kembali," tutur Syarief dalam keterangannya, Jumat (21/8/2020).

Menurutnya, BUMN dan UMKM adalah pilar ekonomi nasional yang dapat mewujudkan cita-cita kemandirian ekonomi.

"BUMN sebagai unit usaha pemerintah harus ada keberpihakan kepada UMKM dan koperasi sebagai representasi ekonomi rakyat yang digerakkan oleh kalangan akar rumput," sambung Syarief.

Mantan Menteri Koperasi dan UKM ini mengatakan, UMKM dan koperasi adalah tulang punggung dan penyanggah utama ekonomi Indonesia. Ia merinci, UMKM dan koperasi berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB dan menyerap hingga 97% tenaga kerja.

"Sehingga, UMKM dan Koperasi adalah jalan terbaik untuk menumbuhkan kembali ekonomi nasional," lanjutnya.

Pandemi COVID-19, kata Syarief, telah membuktikan UMKM dan koperasi memegang peran penting dalam menopang ekonomi Indonesia. Ia menyebut, sektor pertanian yang digerakkan koperasi dan UMKM masih bisa bertumbuh di saat sektor lain mengalami kemerosotan.

"Hampir semua sektor usaha besar mengalami minus pertumbuhan dan menjadi penyebab jatuhnya ekonomi Indonesia hingga minus 5,32%. Hanya sektor pertanian yang ditopang oleh UMKM dan Koperasi yang masih bertumbuh," jelasnya.

Syarief mendorong agar UMKM diberi kemudahan akses pembiayaan untuk menjalankan usahanya. Ia meminta pemerintah segera merealisasikan stimulus buat UMKM.

"Selama ini, masalah terbesar yang dirasakan UMKM dan koperasi adalah sulitnya akses pembiayaan, terutama di masa Pandemi COVID-19. Harusnya, pemerintah segera merealisasikan stimulus UMKM dan jangan ditunda-tunda lagi karena saat ini stimulasi baru terealisasi sekitar 25,9%. Selain itu, akses pasar bagi UMKM dan koperasi harus dibuka melalui kerjasama dengan BUMN, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri," papar Syarief. .

"Lewat UMKM dan koperasi produk-produk lokal Indonesia dapat dikembangkan menjadi lebih besar dan lebih impactful. Pemulihan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM dan Koperasi harus segera ditindaklanjuti sehingga krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 dapat segera ditanggulangi," tutup Syarief.

(akn/ega)