Jangan Dihalangi, Begini Mestinya Sikap Jika Ada Ambulans Melintas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 15:15 WIB
Ilustrasi ambulans.
Ilustrasi ambulans (Foto: dok. Istock)

Kasubbag Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat mengatakan kasus tersebut kini dalam proses penyelidikan Polres Garut. "Yang pasti sekarang kasusnya sedang kami dalami," ucap Muslih kepada detikcom, Rabu (19/8/2020).

Dua orang saksi sudah diperiksa. Mereka adalah Muhammad Fauzi, relawan ambulans yang mengunggah kejadian tersebut di Facebook serta keluarga pemilik mobil Kijang Z-1404-CT yang disebut Fauzi dalam unggahannya.

Terbaru, kejadian serupa juga terjadi di Jaksel. Dalam video yang beredar seperti dilihat detikcom, Jumat (21/8/2020), mobil tersebut berwarna putih. Peristiwa itu disebut terjadi di Pondok Indah, Jaksel.

Terlihat beberapa orang mendatangi mobil putih yang menghalangi laju ambulans tersebut. Salah satu yang marah dan menghampiri mobil itu disebut ialah si sopir ambulans.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI menyayangkan peristiwa tersebut karena ambulans harus mendapatkan prioritas di jalan. Sebab, jika ambulans menyalakan sirene, artinya sedang dalam perjalanan penting.

Kepala UPT Ambulans Gawat Darurat Dinkes DKI drg Iwan Kurniawan mengatakan berharap peristiwa serupa tidak berulang. Dia mengatakan tindakan menghalangi perjalanan ambulans bisa membahayakan nyawa seseorang.

"Apalagi kalau sengaja menghalangi, itu tidak boleh. Kita kan dalam kondisi darurat, sementara kalau kita lihat dari videonya seperti sengaja berhenti, sengaja menghalangi, tindakan tidak terpuji. Dan saya pikir itu berpotensi pidana karena bisa menyebabkan orang lebih parah atau bahkan menyebabkan orang jadi meninggal dunia. Membahayakan nyawa pasien," kata Iwan.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo mengatakan kendaraan pribadi tersebut bisa dikenai hukuman pidana karena telah melanggar Undang-Undang Lalu Lintas Pasal 287 ayat 4. Dia menjelaskan kurungan penjara serta denda administrasi juga bisa menjerat masyarakat yang melanggar aturan tersebut saat berkendara.

"Kendaraan tersebut dapat ditilang dan dikenai Pasal 287 ayat 4 dikarenakan pelanggaran tidak memberikan prioritas kepada ranmor yang memperoleh hak utama. Diancam kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu pada kendaraan tersebut," kata Sambodo ketika dihubungi wartawan, Jumat (21/8).

Sebelumnya, penghadangan mobil ambulans juga sempat terjadi di Depok, Jabar. Pemotor tersebut ironisnya adalah seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok berinisial HG.

Video peristiwa yang terjadi di sekitar kompleks Perumahan BDN, Sawangan, Depok, pada Sabtu (11/7) pagi, itu viral di medsos. Pemotor dan sopir ambulans sempat cekcok di jalan. Namun kasus ini berakhir damai karena pihak keluarga pasien tidak membuat laporan ke pihak kepolisian.

Halaman

(rdp/jbr)