Mengenal SKS Sebelum Menduduki Bangku Perkuliahan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 14:33 WIB
Peserta UTBK yang ingin rapid test di UTBK
Ilustrasi, suasana sebuah kampus perguruan tinggi. Saat kuliah mahasiswa akan mengenal istilah SKS atau satuan kredit semester (Foto: Esti Widiyana)
Jakarta -

Apa itu SKS? Bagi kamu yang telah mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi, tentu sudah tidak asing dengan istilah tersebut bukan? Namun jika saat ini kamu masih menjadi calon mahasiswa dan masih asing dengan istilah tersebut, berikut ini informasi terkait SKS.

Apa itu SKS?

Satuan Kredit Semester adalah kepanjangan SKS yang belum banyak diketahui orang. Sementara jika dilihat dari pengertiannya sendiri SKS adalah ukuran beban studi yang secara umum digunakan pada tingkat perguruan tinggi.

Fungsi dari SKS

Tidak hanya dikenal sebagai ukuran beban studi saja, SKS juga dapat menunjukkan beberapa hal penting lainnya berikut ini :

• SKS dapat digunakan sebagai waktu yang menunjukkan waktu perkuliahan atau jadwal tatap muka yang dilakukan oleh mahasiswa dan dilakukan selama 50 menit setiap minggunya. Kuliah tatap muka adalah jenis kuliah terjadwal yang berbeda dengan kuliah praktikum. Jika 1 SKS pada kuliah tatap muka dihitung selama 50 menit. Pada kuliah praktikum, 1 SKS berarti sama dengan 3 jam praktek yang dilakukan per minggunya.

• SKS juga dapat digunakan sebagai penunjuk dari beban usaha yang harus ditempuh oleh mahasiswa. Baik itu dihitung per semester atau bahkan dihitung dari awal perkuliahan hingga lulus.

• Menunjukkan lamanya waktu kuliah yang harus detikers tempuh.

Jumlah SKS yang digunakan sebagai syarat kelulusan

Pada jenjang perguruan tinggi ada beberapa program studi yang dapat detikers pilih dan ikuti. Setiap program tersebut membutuhkan waktu kuliah yang berbeda antara satu dengan lainnya. Hal ini juga berkaitan dengan jumlah SKS yang harus diambil olehnya selama masa perkuliahan tersebut. Seperti halnya penjelasan berikut ini :

1. Program Diploma

Ada beberapa bagian dari program diploma, di antaranya :
• D1 dengan syarat minimal berjumlah 36 SKS
• D2 dengan syarat minimal berjumlah 72 SKS
• D3 dengan syarat minimal berjumlah 108 SKS

2. Program Strata 1

Untuk program strata 1 syarat minimal SKS yang harus diambilnya hingga lulus adalah 144.

3. Program Magister

Untuk program magister Syarat minimal SKS yang m harus diambil olehnya lebih sedikit dari S1 yaitu berjumlah 72 saja.

4. Program Doktor

Sama halnya dengan program magister syarat minimal SKS yang harus dipenuhi pada jenjang ini adalah 72.

Jenis program kuliah S1 dan nilai SKS yang harus dipenuhinya

Selain beberapa syarat kelulusan berdasarkan program studi yang telah disebutkan pada bagian di atas tadi. Ada pula jenis program kuliah yang tentunya dapat detikers pilih dan ikuti. Jenis program kuliah tersebut hanya terdapat pada jenjang program studi S1 yang diantaranya terdiri dari :

1. Program Reguler

Apa sih yang dimaksud dengan program reguler? Program reguler dikenal sebagai program kuliah yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang melakukan pendaftaran kuliah setelah dirinya lulus dari tingkat SLTA atau SMA. Jika dilihat dari jumlah SKS yang harus dipenuhinya semasa kuliah jumlah sks s1 yang harus dipenuhi minimal 144 dan maksimal sebanyak 160 SKS . Program S1 reguler ini umumnya ditempuh selama 8 hingga 10 semester dengan perkiraan waktu selama 4 hingga 5 tahun masa perkuliahan.

2. Program Ekstensi

Berbeda dengan program di bagian atas. Untuk program ekstensi adalah jenis program studi S1 yang ditujukan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi setelah lulus dari tingkat D3. Dengan kata lain, program pendidikan ini memang secara khusus ditujukan bagi mereka yang telah memiliki gelar Ahli Madya (A.Md.) untuk melanjutkan studi pada jenjang sarjana.

Merujuk pada hal tersebut, tidak heran jika kelas ini banyak diambil oleh mereka yang telah bekerja atau karyawan. Karena itulah waktu perkuliahan yang dimilikinya pun dimulai dari sore hingga waktu malam hari. Tidak hanya itu, beberapa di antaranya bahkan diadakan pada akhir pekan.

Program ekstensi bersifat meneruskan dari pendidikan sebelumnya. Karena itulah waktu perkuliahan yang dibutuhkannya pun tidak lama hanya terdiri dari 4 hingga 6 semester saja. Sedangkan setiap semesternya terdiri dari 18 SKS, sehingga detikers yang mengambil program ini hanya membutuhkan 76 SKS saja hingga kelulusan tiba.


Namun patut untuk kamu perhatikan pula, bahwa semakin sedikit jumlah SKS per semester yang kamu ambil akan mempengaruhi waktu perkuliahan yang tentunya akan berjalan lebih lama dari semestinya.


Hal-hal yang mempengaruhi pengambilan jumlah SKS


Untuk mengambil SKS dari setiap semesternya tentu tidak dapat dilakukan secara sembarang. Dalam hal ini ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Ingin tahu apa saja? Berikut di antaranya :

• Nilai IP atau Indeks Prestasi

Nilai IP digunakan untuk menunjukkan prestasi dari seorang mahasiswa yang dihitung dari setiap semesternya. Keberadaannya sendiri menjadi syarat untuk mengambil jumlah SKS detikers di semester selanjutnya. Semakin tinggi IP yang kamu raih, maka semakin maksimal pula jumlah SKS yang dapat diambil dan begitupun sebaliknya.

• Tidak mengulang mata kuliah

Pada masa perkuliahan detikers dapat mengulang beberapa jenis mata kuliah yang dianggap memberikan hasil kurang memuaskan. Namun proses pengurangan tersebut tentunya membutuhkan jumlah SKS tertentu. Hal ini jelas akan berpengaruh pada penambahan waktu semester yang detikers butuhkan untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan dari mata perkuliahan tersebut.

Dapatkah kuliah S1 dilakukan kurang dari 4 tahun?

Banyak orang yang berpendapat untuk menyelesaikan waktu perkuliahan dengan lebih cepat. Namun beberapa di antaranya ada pula yang menganjurkan untuk melakukannya secara perlahan. Jika Anda ingin menghabiskan masa perkuliahan dengan lebih cepat, sehingga dapat meraih karir di usia yang masih muda. Pastikanlah untuk melakukan studi S1 dengan mengikuti simulasi berikut ini :

Seperti yang kamu tahu, syarat lulus program S1 adalah memenuhi target 144 SKS. Karena itulah pastikan untuk mengambil paket 40 SKS yang dapat dibagi pada semester 1 dan 2 di tahun pertama masa perkuliahan. Setelah itu, pada semester 3 hingga 6, ambillah sebanyak 24 SKS dari masing-masing semesternya. Dengan demikian, selama 4 semester tersebut detikers telah mengambil sebanyak 96 SKS.

Dari penjelasan tersebut, dapat kamu ketahui bahwa sudah banyak SKS yang telah kamu ambil dari masa awal perkuliahan hingga semester 6. Bahkan untuk semester 7 hanya tersisa 6 SKS saja. Apabila perkuliahan dilakukan dengan lancar, maka pada semester 8, detikers hanya tinggal mengambil mata pelajaran sidang skripsi saja hingga selesai.

Dengan waktu kurang dari 8 semester, maka detikers sudah dipastikan akan lulus lebih awal atau kurang dari 4 tahun. Dalam hal ini jelas karir yang dicapai oleh detikers pun akan berjalan lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang lulus lebih dari waktu 4 tahun.

Akan tetapi, patut untuk detikers ketahui, bahwa proses pengambilan 24 SKS dari tiap semesternya hanya dapat dilakukan apabila kamu mendapatkan IP yang konstan setiap semesternya. Dalam hal ini IP tersebut berada di atas 3.0 dari setiap semesternya. Dengan demikian jumlah SKS yang diambil pun tidak kurang dan dapat dimaksimalkan dengan lebih baik.

(erd/erd)