Lalai Istrinya Tewas Kesetrum di Kebun, Petani Kukar Ditetapkan Tersangka

Suriyatman - detikNews
Jumat, 21 Agu 2020 00:25 WIB
Ilustrasi kesetrum
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Kutai Kartanegara -

Seorang petani bernama Sabirin alias Pak Yo Samuji di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), ditetapkan tersangka oleh polisi. Penetapan tersangka itu lantaran Sabirin diduga lalai sehingga istirnya Nur Hasanah (40) tewas kesetrum jebakan hewan di kebun sawi.

Korban ditemukan tewas tertelungkup di kebun sawi pada Rabu (19/8) petang. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti gulungan kabel dengan panjang sekitar 100 meter dengan ujungnya colokan warna hitam, serta kabel dengan panjang kurang lebih 3 meter yang salah satu ujungnya terikat besi yang panjangnya sekitar 60 Cm.

Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting mengatakan korban tewas akibat kesetrum jebakan hewan yang dipasang pelaku untuk mencegah gangguan hewan atau orang yang berniat mencuri hasil kebunnya.

"Akibat kejadian ini kami telah menetapkan Sabirin alias Pak Yo Samuji sebagai tersangka, karena akibat kelalaianya menyebabkan hilangnya nyawa orang lain," kata Irwan kepada wartawan, Kamis (20/8/2020).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka diamankan ke Polsek Loa Kulu. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui telah memasang aliran listrik di kebun miliknya.

Bahkan tersangka mengakui bahwa mengetahui saat korban yang merupakan istri kedua itu tersengat listrik. Namun pelaku tidak melakukan tindakan apa-apa atau berusaha menolong.

"Saat korban tersengat aliran listrik, pelaku tidak menolong bahkan menghilangkan barang bukti kabel dan mencoba membuat alibi sedang tidak di TKP, namun setelah ada petunjuk di lapangan dan dilakukan interogasi dan pelaku akhirnya mengakui perbuatannya," kata Irwan.

Tersangka kemudian menunjukkan tempat ia menyimpan barang bukti kabel listrik. Sementara itu, Irwan mengatakan jenazah korban pertama kali ditemukan tetangga yang datang ke rumah.

Namun tetangga korban yang telah diperiksa mengatakan bahwa pelaku tidak ada di rumahnya, bahkan istri pertama pelaku yang ada di rumah juga mengaku tidak tahu keberadaan suaminya.

"Saat itu ia melihat ada orang terbaring dengan posisi telungkup di kebun sawinya milik pelaku, saksi sempat memanggil-manggil nama korban dan pelaku namun saat itu korban dipastikan sudah dalam keadaan tewas," jelas Irwan.

(rfs/rfs)