Gegara Pendidikan Daring, MPR: 30% dari 86 Juta Siswa Belum Aman

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 21:00 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan terobosan untuk mengantisipasi persoalan pendidikan yang timbul akibat pandemi COVID-19 perlu dilakukan. Menurutnya, jangan sampai karena alasan pandemi, peserta didik tidak mendapat materi pelajaran seperti yang seharusnya diperoleh.

"Ini mengkhawatirkan harus diambil terobosan. Kemendikbud harus memastikan seluruh proses belajar mengajar di masa pandemi bisa berjalan dengan baik, tidak terkendala apapun," kata Jazilul dalam keterangannya, Rabu (19/8/2020).

Pernyataan itu disampaikan Gus Jazil sapaan akrab Jazilul saat menjadi narasumber pada acara Launching dan bedah buku 'SDM Unggul Indonesia Maju. Acara tersebut berlangsung di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR RI, Senayan Jakarta.

Dia menilai sistem belajar jarak jauh yang digalakkan sejak pandemi masih belum berjalan lancar. Berbagai kendala yang turut menghambat proses belajar mengajar antara lain, soal ketersediaan sinyal, peralatan hingga kesiapan kurikulum yang bisa disampaikan secara daring.

"Tiga puluh persen dari 86 juta peserta didik yang ikut pelajaran jarak jauh juga belum aman. Karena tidak ada jaminan mereka mengikuti pelajaran dengan baik. Ada kelelahan, kebosanan atau malah tidur. Belum lagi, sistem belajar jarak jauh tidak bisa mengajarkan adab, sopan santun dan tata Krama. Sehingga mereka belajar tentang nilai-nilai itu dari media yang mereka miliki," ungkapnya.

Karena itu, Gus Jazil meminta pihak terkait bekerja keras untuk menjamin proses belajar berjalan dengan baik. Jangan sampai ada generasi yang tidak belajar.

"Anak tidak belajar itu tidak gampang untuk diperhatikan, apalagi rentang waktunya panjang. Kita baru akan sadar, ketika mereka besar dan ternyata tidak memiliki pengetahuan, sebagaimana seharusnya," pungkasnya.

(mul/mpr)