Bacaan Sayyidul Istighfar, Amalan yang Dibaca saat 1 Muharram

Tim hikmah detikcom - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 19:09 WIB
doa
Foto: istock/Bacaan Sayyidul Istighfar, Amalan yang Dibaca saat 1 Muharram
Jakarta -

Istighfar adalah bacaan sunnah untuk meminta maaf kepada Allah. Sedangkan Sayyidul Istighfar adalah istighfar utama. Bacaan istighfar bermacam-macam, namun Nabi Muhammad memberi julukan khusus pada bacaan sayyidul istighfar.

Sayyidul istighfar dibaca setelah melakukan salah satu amalan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram, yakni sholat sunnah Taubah. Pada malam itu, kita dianjurkan melakukan zikir, salah satunya membaca sayyidul istighfar.

Berikut bacaan Sayyidul Istighfar dilansir dari buku bertajuk 'Dahsyatnya Terapi Istighfar' karya Hasan Hammam:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbii la ilaha illa anta, khalaqtanii wa anaa abduka wa anaa 'ala ahdika wa wa dika ma-statha tu, a'uudzu bika min syarri mâ shana tu, abuu'u laka bini'matika 'alayya wa abuu'u bidzanbii faghfirli fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

Artinya:

Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau yang telah menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu dan aku berada di atas sumpahku dan janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui dosa (yang aku perbuat). Maka, maafkanlah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa selain Engkau. Barangsiapa yang membacanya pada permulaan siang hari dengan penuh keyakinan dan dia meninggal pada siang itu sebelum masuk waktu sore, maka dia termasuk ahli surga. Orang yang membacanya pada permulaan malam hari dengan penuh keyakinan dan dia meninggal pada malam itu sebelum masuk waktu subuh, maka dia termasuk ahli surga. (HR Bukhari).

Lalu apa makna yang terkandung dalam sayyidul istighfar yang diistimewakan nabi ini?

Dalam buku yang sama disebutkan, Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, merupakan simbol pengakuan kepada Allah, yaitu, tauhid ArRubûbiyyah. Tiada Tuhan selain Engkau, merupakan simbol pengakuan atas tauhid Ulûbiyyah.

Yang telah menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu: Pengakuan dari seorang hamba atas sifat-sifat hamba yang melekat pada dirinya, disertai dengan kerendahan diri di hadapan Allah.

Dan aku berada di atas sumpahku dan janjiku pada-Mu semampuku. Pengakuan dari seorang hamba untuk senantiasa meninti jalan yang lurus yang telah ditentukan oleh Penguasa alam semesta, dengan sekuat tenaga dan kerja keras.

Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan: Permohonan seorang hamba terhadap perlindungan dari Allah atas segala macam keburukan, dosa-dosa dan maksiat yang dilakukannya.

Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku: Pengakuan seorang hamba atas nikmat, anugerah dan kemuliaan yang telah diberikan Allah kepadanya dalam bentuk yang bermacam-macam serta tidak bisa terhitung dan terbilang.

Dan aku mengakui dosa (yang aku perbuat): Pengakuan seorang hamba atas dosa-dosa yang diperbuatnya, baik dosa tertentu maupun secara umum.

Maka, maafkanlah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa selain Engkau: Mengharap ampunan dari Allah dan khusyuk bersimpuh di hadapan-Nya.

(nwy/erd)