Bupati Agam Tak Penuhi Panggilan Polisi Selaku Tersangka Ujaran Kebencian

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 14:55 WIB
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto (Dok. Istimewa)
Padang -

Bupati Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Indra Catri tidak memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Menurut polisi, Indra tidak dapat memenuhi panggilan karena ada kegiatan dinas di luar Agam.

"Jadi, pada hari ini rencananya memang Pak Indra Catri dipanggil sebagai tersangka. Tapi, penyampaian dari pengacaranya bahwa yang bersangkutan hari ini ada kegiatan dinas di Jakarta," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto kepada wartawan, Rabu (19/8/2020).

Satake memastikan pihaknya akan menjadwalkan kembali agenda pemeriksaan Indra. Namun, dia tak memungkiri ketidakhadiran Indra hari ini mempengaruhi proses penyidikan.

"Dari pihak polda akan menjadwalkan ulang tentang pemeriksaan yang bersangkutan. Nanti, dari pihak krimsus (kriminal khusus) dan yang bersangkutan mungkin, saat beliau sudah ada di Sumatera Barat bisa dilakukan pemanggilan ulang," tutur Sitake.

"Setidaknya penyidikan agak tertunda, karena yang bersangkutan ada kegiatan lain," imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Agam Sumbar Indra Catri ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap anggota DPR RI Fraksi Demokrat Mulyadi. Indra diduga sebagai 'otak' ujaran kebencian terhadap Mulyadi di media sosial.

"Jadi, kasus yang lama. Jadi, ceritanya ada akun bodong di Facebook itu ada menggambarkan fotonya Pak Mulyadi dengan perempuan. Kemudian di situ ada kata-kata yang kurang baiklah. Intinya ada ujaran kebencian, juga perbuatan tidak menyenangkan, terus dilaporkan ke polda," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu saat dihubungi, Rabu (12/8).