Pemprov Belum Izinkan SMA di Riau Gelar Belajar Tatap Muka

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 10:44 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Pekanbaru -

Dinas Pendidikan (Disdik) Riau belum memberikan izin bagi SMA sederajat untuk menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka di tengah pandemi COVID-19. Salah satu alasannya, masih banyak zona merah penyebaran Corona di Riau.

"Pada prinsipnya kita belum memberikan izin untuk melakukan proses belajar mengajar tatap muka. Kewenangan kita tentunya hanya untuk setingkat SLTA," kata Kadisdik Riau, Zul Ikram, kepada wartawan, Rabu (19/8/2020).

Zul mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Agama. Proses belajar mengajar untuk sementara masih menggunakan sistem daring.

"Kita kaji mana lebih banyak mudarat atau manfaatnya. Rasanya dengan kondisi saat ini belum memungkinkan kita melakukan proses belajar tatap muka," kata Zul.

Menurut Zul, ada 12 kabupaten dan kota di Riau. Saat ini, ada 5 kabupaten di Riau yang berada di zona kuning, yaitu Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kuansing dan Kota Dumai.

"Walau masuk kategori zona kuning yang memungkinkan untuk bisa belajar tatap muka, itu pun harus memenuhi standar protokol kesehatan yang sangat ketat dan rasanya sangat sulit bisa diterapkan di sekolah. Untuk zona kuning, kita akan berkoordinasi dengan kepala daerah setempat untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut," kata Zul.

"Kalau pada zona merah kita belum merekomendasi untuk tatap muka. Pada zona kuning yang harus ada kajian bersama lagi lintas instansi untuk ingin melakukan tatap muka dalam belajar di sekolah," sambungnya.

Dia mengatakan Pemprov Riau hanya punya kewenangan terkait SMA sederajat. Dia mengatakan izin belajar mengajar tatap muka hingga tingkat SMP ada di kabupaten/kota.

"Kalau ada pemerintah kabupaten dan kota memberikan izin belajar tatap muka, itu kewenangan masing-masing. Karena itu kewenangan pemerintah kota dan kabupaten," kata Zul.

Dia mengaku khawatir kasus positif Corona bertambah jika sekolah tatap muka digelar. Dia meragukan soal pengawasan para pelajar setelah selesai kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Siapa yang bisa mengawasi anak-anak itu setelah pulang sekolah. Kita masih mengedepankan proses sekolah daring atau bagi sekolah yang susah jaringan internet, guru bisa menitipkan tugasnya di sekolah. Nanti muridnya yang mengambil tugas di sekolahnya," tutup Zul.

Simak video 'Sekolah di Zona Kuning dan Hijau Boleh Belajar Tatap Muka, Tapi...':

[Gambas:Video 20detik]



(cha/haf)