Rumah Bung Karno Dimiliki Pemkot Surabaya, DPRD: Kami Apresiasi Risma

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 10:05 WIB
DPRD Surabaya
Foto: dok DPRD surabaya
Surabaya -

Rumah kelahiran Presiden RI pertama Soekarno di Jalan Peneleh Gang Pandean IV, Nomor 40, Kecamatan Genteng, Surabaya resmi diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Penyerahan dilakukan oleh ahli waris kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (17/8/2020).

Penyerahan rumah sarat sejarah itu kepada pemkot diapresiasi Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono. Menurutnya, rumah tersebut merupakan bagian dari sejarah bangsa ini.

"Kami mengapresiasi Bu Risma. Langkah Bu Risma ini bukan hanya untuk sejarah Surabaya, tapi untuk sejarah negeri ini, bahkan sejarah dunia karena Bung Karno juga merupakan pemimpin berpengaruh dunia," kata Adi dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2020).

Adi merunut Bung Karno lahir di rumah Jalan Peneleh pada 6 Juni 1901, saat fajar menyingsing. Oleh sebab itu Sang Proklamator dijuluki 'Putra Sang Fajar.

"Jadi nilai sejarah rumah di Gang Pandean itu luar biasa, karena dari sanalah lahir pemimpin besar republik ini," timpal Adi.

Adi mengatakan, penyerahan rumah kelahiran Bung Karno itu menegaskan identitas Surabaya sebagai 'dapur nasionalisme', sebagaimana sebutan yang disematkan Bung Karno terhadap kota tersebut.

"Di kota inilah, Bung Karno dilahirkan dan dididik dalam dinamika pemikiran serta aksi-aksi progresif memerdekakan Republik. Di kota inilah, nasionalisme Indonesia merdeka berkembang lebih pesat dibanding daerah lain yang masih berdasarkan politik identitas geografis saat itu," tutur Adi.

Ia mengatakan, DPRD Surabaya juga mendukung langkah Pemkot Surabaya untuk menjadikan kawasan Peneleh sebagai sentra wisata edukasi nasionalisme. Selain rumah kelahiran Bung Karno, di area tersebut juga berdiri rumah HOS Tjokroaminoto tempat Bung Karno dan banyak tokoh pergerakan kemerdekaan menempa pemikiran dan pengetahuan saat muda. Ada juga Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng, Makam Mbah Pitono, dan beberapa tempat bersejarah lainnya.

"Kami mendukung yang dilakukan Bu Risma untuk mengembangkan wisata edukasi kebangsaan atau nasionalisme di kawasan tersebut. Ini sangat penting bagi generasi muda agar mereka tumbuh menjadi arek-arek Suroboyo berdaya saing global namun tetap bergelora api nasionalisme di dadanya," tegas Adi.

(ega/ega)