Gubernur Khofifah: Perang Kita Hari Ini adalah Virus, Bukan Penjajah

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 21:43 WIB
Pemprov Jatim
Foto: Pemprov Jatim
Jakarta -

Semarak perayaan virtual tidak hanya bergelora di Ibu Kota tapi juga di daerah. Para kepala daerah menjadikan momen tersebut untuk kembali membangkitkan semangat masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi saat ini.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa misalnya, ia mengaku optimis jika seluruh masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan maka Jatim bisa segera merdeka dari Corona dan mulai memasuki masa new normal. Menurutnya, masyarakat Jatim harus menjadikan HUT RI ke-75 ini sebagai momentum meraih kemerdekaan dari belenggu pandemi COVID-19.

"Kalau protokol kesehatan masih tidak diindahkan, kalau masih menganggap sepele maka Jatim akan sulit merdeka dari COVID-19. Tetapi jika sebaliknya, kita disiplin melaksanakan protokol kesehatan, Insyaallah Jatim segera merdeka dari pandemi ini," ujar Khofifah dalam keterangan tertulis.

Khofifah menjelaskan peringatan HUT ke-75 RI tahun ini berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 lalu. Namun demikian, jangan sampai penghayatan akan makna perjuangan para pahlawan bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia ikut meredup.

Sebaliknya, lanjut Khofifah, semangat untuk segera bebas dari COVID-19 harus semakin membara. Apalagi orang Jawa Timur terkenal dengan sikap pemberani dan pantang menyerahnya.

"Kita harus buktikan bahwa Jawa Timur bisa segera lepas dan bebas dari COVID-19. Perang kita hari ini adalah perang melawan virus yang tidak kasat mata, bukan penjajah yang secara fisik terlihat oleh mata," imbuhnya.

Khofifah menegaskan pemerintah tidak bisa sendirian melawan pandemi ini. Segala upaya yang dilakukan tidak akan pernah berhasil tanpa dukungan penuh masyarakat. Realitas ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus bersatu dan punya kesamaan visi agar pandemi ini bisa segera berakhir.

"PR nya cuma satu, disiplin. Hari ini kurva persebaran COVID-19 terus menurun, tapi jika kita lengah maka rantai persebaran bisa saja terjadi. Patuhi protokol kesehatan, tidak ada tawar menawar karena obat dan vaksinnya belum ditemukan," tegasnya.

Mantan Mensos RI ini menyebutkan pandemi ini belum diketahui sampai kapan akan berlangsung. Pasalnya, sampai hari ini semua negara di dunia belum menemukan obat dan vaksin yang secara klinis terbukti mampu menangkal COVID-19. Oleh karena itu, strategi perang paling jitu adalah dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Jatim harus segera bangkit dari krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi.

"Modal sosial kita adalah persatuan, kesatuan, kepedulian sosial, kebersamaan, gotong royong, dan perasaan senasib sepenanggungan yang sudah teruji sejak zaman penjajahan. Saya yakin, jika itu semua di-mix maka Jatim dan Indonesia bisa segera move-on," pungkasnya.

(mul/ega)