ADVERTISEMENT

Jalani Masa Tahanan Selama 3,5 Bulan, Eks Pemred Banjarhits Bebas

Muhammad Risanta - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 21:21 WIB
Pemred Banjarhirs, Diananta bertemu dengan rekan-rekan wartawan pascabebas
Pemred Banjarhirs, Diananta, bertemu dengan rekan-rekan wartawan setelah bebas. (Muhammad Risanta/detikcom)
Banjarmasin -

Eks Pemimpin Redaksi (Pemred) Banjarhits, Diananta Putra Sumedi, bebas dari penjara. Diananta bebas setelah ditahan selama 3,5 bulan di Rutan Polres Kotabaru.

"Terkait kebebasan saya yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-75, saya mendesak Dewan Pers untuk lebih memperkuat perlindungan kegiatan kerja-kerja jurnalistik, agar wartawan ini tidak berada dalam suasana ketakutan, kecemasan, intimidasi maupun kekerasan lainnya. Wartawan yang kritis itu bekerja harus nyaman." kata Diananta kepada detikcom di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Selasa (18/8/2020).

Diananta meninggalkan Rutan Polres Kotabaru pada Senin (17/8). Dalam unggahan video pendek, dia dijemput oleh istrinya dan tim pendamping ke Polres Kotabaru. Istrinya membawa buket bunga sebagai ucapan selamat.

Diananta pun sempat mengibarkan bendera Merah-Putih dan mengucapkan merdeka begitu kebebasannya diberikan bertepatan dengan HUT RI ke-75.

Diananta mengaku bersyukur dengan kebebasannya dan berterima kasih banyak dengan dukungan banyak pihak selama dia menjalani proses hukum, Diananta berharap jeritan hatinya untuk keselamatan dan kenyamanan wartawan dalam menjalankan tugas sesuai dengan kaidah dan undang-undang pers bisa didengar Dewan Pers.

"Tak hanya cukup kepada MoU Dewan Pers dan Polri saja. Undang-Undang Pers maupun Undang-Undang ITE harus memberikan perlindungan kepada wartawan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Ini yang saya lihat ini masih belum sinkron di lapangan," ujarnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru memvonis bersalah Diananta dengan hukuman selama 3 bulan 15 hari penjara dalam kasus pelanggaran UU ITE. Majelis Hakim yang diketuai Meir Elisabeth mengatakan berita Banjathits yang berjudul 'Tanah Dirampas Jhonlin, Dayak Mengadu ke Polda Kalsel' bermuatan SARA dan melanggar kode etik. Selain itu, laman Banjarhits dianggap tidak memiliki badan hukum.

Majelis hakim menyebut Dinanta terbukti bersalah karena sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan. Hal ini sesuai dengan Pasal 28 UU ITE. Vonis hukuman disampaikan oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Meir Elisabeth saat sidang di PN Kotabaru, Senin (10/8).

(aud/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT