Pemilik Hotel Ambruk Bangun Gedung Tambahan Secara Ilegal
Jumat, 06 Jan 2006 10:47 WIB
Jakarta -
Mendagri Arab Saudi Pangeran Naif memerintahkan penyelidikan terhadap insiden ambruknya Hotel Ar-Rahiyin yang menewaskan belasan hingga puluhan jamaah haji. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui pemilik hotel itu telah membangun bangunan tambahan. Pembangunan itu dilakukan secara ilegal.Jubir Kementerian Dalam Negeri Mayjen Mansour Al-Turki menyatakan, pemilik Hotel Ar-Rahiyin menyebut penghuni hotel itu pada saat kejadian tidak lebih dari 65 orang. Demikian dilansir Arab News, Jumat (6/1/2006).Sayangnya informasi korban tewas terbaru belum diketahui. Mayjen Mansour pada Kamis kemarin masih melansir korban tewas adalah 11 pria, 8 perempuan dan seorang yang belum diketahui jenis kelaminnya. Sedangkan korban luka 59 orang, terdiri dari 18 perempuan dan 41 pria.Hotel Ar-Rahayin cukup populer karena berada di lokasi yang strategis. Warga di sekitarnya menyebut, hotel itu antara lain dihuni jamaah dari Mesir, Tunisia dan Uni Emirat Arab.Hotel Ar-Rahiyin merupakan tempat pemondokan jamaah haji yang tidak terlalu besar. Lebarnya sekitar 20-an meter. Ada yang menyebut hotel tua itu terdiri dari empat lantai, tapi ada yang menyebut lima lantai. Hotel itu terletak 150-an meter dari pintu masuk Masjidil Haram (Babussalam). Hotel Al Ghaza yang tak jauh dari Ar-Rahiyin juga sempat terkena terbangan puing hotel naas itu."Ini adalah tragedi yang dahsyat," kata seorang pria Bangladesh yang berjualan minuman di dekat hotel ambruk itu. "Semoga Allah melindungi para jamaah," imbuhnya.
(nrl/)










































