Gatot Nurmantyo Bicara Oligarki Kekuasaan, PDIP Anggap Wajar

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 16:14 WIB
wakil ketua F-PDIP Hendrawan Supratikno
Foto: Hendrawan Supratikno. (Dok Istimewa).
Jakarta -

Saat mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo berbicara soal kondisi Indonesia akibat proxy war yang diperburuk karena berkembangnya oligarki kekuasaan. PDIP sebagai partai pengusung utama pemerintahan tak mau buru-buru bereaksi keras atas pernyataan mantan Panglima TNI di periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

"Dalam transisi demokrasi, banyak kalangan berusaha memetakan peta jalan ke depan kira-kira akan seperti apa. Ada yang optimis, antusias dan bergairah, ada yang resah dan galau. Persepsinya macam-macam yang dalam iklim dan tatanan demokrasi hendaknya dipahami sebagai hal yang wajar-wajar saja," ujar politikus senior PDIP, Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Selasa (18/8/2020).

Hendrawan memaklumi ada pihak-pihak yang tak bisa membedakan maksud dari konsolidasi demokrasi dengan oligarki. Oleh karena itu, PDIP sebagai pro-pemerintah merasa tak perlu buru-buru memberi peringatan kepada Gatot Nurmantyo.

"Konsolidasi demokrasi bisa dipersepsi sebagai oligarki, hanya apabila keputusan-keputusan politik tidak berdasar konstitusi dan tidak berpihak kepada kepentingan negara bangsa. Demokrasi dan toleransi selalu berjalan bersamaan. Jadi kita tak perlu meniup 'peluit penalti' terburu buru," jelas Hendrawan.

Anggota DPR RI ini menilai tak perlu reaktif menanggapi pernyataan Gatot. Hendrawan pun menyinggung Etika Kehidupan Berbangsa yang diatur alam TAP MPR.

"Tidak perlu (reaktif). Sejumlah gagasan yang jernih dan bagus juga terus kita perjuangkan bersama. Yang menyangkut soal etika kebangsaan, kita masih punya Tap MPR VI/2001 tentang 'Etika Kehidupan Berbangsa' yang masih berlaku sampai sekarang. Mari kita laksanakan bersama-sama," tuturnya.

Seperti diketahui, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjadi salah satu deklarator KAMI. Saat berorasi, Gatot menyinggung kondisi Indonesia akibat proxy war yang diperburuk karena berkembangnya oligarki kekuasaan.

"Salah satu bahaya dari proxy war yang saya katakan diperburuk dengan tumbuh kembangnya oligarki kekuasaan di negeri, kekuasaan dimainkan, dikelola oleh kelompok orang dan tidak beruntung lagi, mereka melakukan dengan topeng konstitusi apakah benar ini terjadi pada negeri kita? Biar rakyat yang menjawab," kata Gatot dalam deklarasi KAMI yang digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

(elz/fjp)