Positivity Rate Corona di Jakarta 8,7%, Meningkat Selama Sepekan Terakhir

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 22:54 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan menutup tempat wisata selama 2 pekan ke depan untuk mencegah penyebaran virus corona. Salah satunya adalah Monas.
Foto Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan tingkat kasus positif atau positivity rate virus Corona (COVID-19) di Jakarta selama sepekan terakhir cenderung meningkat. Peningkatan angka positivity rate berada di 8,7 persen.

"Gubernur Anies juga menyatakan, tingkat temuan kasus positif baru atau positivity rate di DKI Jakarta yang cenderung meningkat selama sepekan terakhir, yaitu di angka 8,7 persen. Akan tetapi, Gubernur Anies menyebut, jika diakumulasikan sejak awal, positivity rate DKI Jakarta berada di angka 5,7 persen. Adapun standar positivity rate dari WHO untuk dinyatakan aman dan terkendali adalah 5 persen," demikian bunyi keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan terus berusaha menurunkan angkat positivity rate dengan cara meningkatkan jumlah tes virus Corona. Temuan kasus Corona baru selanjutnya diminta menjalani isolasi mandiri untuk memutus rantai penyebaran.

"Gubernur Anies menekankan Pemprov DKI Jakarta akan berusaha menekan positivity rate dengan tetap meningkatkan kapasitas testing agar memutus mata rantai penularan, sehingga masyarakat yang terkonfirmasi positif, apalagi yang tanpa gejala, dapat segera mengisolasi diri dan bisa mencegah penularan lebih lanjut. Dengan demikian, Gubernur Anies berharap fasilitas kesehatan khususnya di rumah sakit sebagai benteng pertahanan terakhir dapat bertahan dalam perjuangan menghadapi pandemi COVID-19 di Jakarta," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengatakan ada peningkatan penggunaan ruang isolasi dan ICU di Jakarta dalam dua pekan terakhir. Jakarta sesungguhnya telah menyiapkan 400 lebih tempat tidur di ruang ICU untuk penanganan virus Corona.

"Selama 2 pekan terakhir, terjadi tren peningkatan ruang isolasi dan ICU di Jakarta. Dari 4.456 tempat tidur isolasi, 65% sudah terisi saat ini. Begitu pun dengan ruang ICU yang telah disiapkan 483 tempat tidur, kini 67% sudah terisi dengan pasien terkonfirmasi COVID-19. Angka itu semuanya bergerak dalam satu bulan dari kisaran 40-50 persen di bulan Juli," ucap Anies.

"Tren peningkatan ini perlu ditangani bersama, tidak hanya oleh pemerintah. Rumah sakit, klinik, puskesmas, lab dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya bukan sekadar fasilitas bangunan benda mati. Di dalamnya ada tenaga kesehatan yang saat ini merasakan beban yang tidak sederhana. Mari kita meringankan beban mereka semua dengan bersama-sama menerapkan protokol kesehatan dan saling mengingatkan untuk mengenakan masker, mencuci tangan dengan rutin, dan menjaga jarak. Jangan ragu dan takut untuk saling mengingatkan," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa PSBB transisi. Perpanjangan itu akan berlangsung hingga dua minggu ke depan.

Anies Baswedan mengatakan perpanjangan PSBB transisi ini akan dimulai pada 14 Agustus-27 Agustus 2020. Ini merupakan perpanjangan PSBB transisi kali keempat yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Dengan mempertimbangkan segala kondisi, setelah kami berkonsultasi dengan pakar kesehatan khususnya epidemiolog, dan berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda pada sore tadi, kami memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB Masa Transisi di fase pertama ini untuk keempat kalinya hingga tanggal 27 Agustus 2020," ujar keterangan tertulis, Kamis (13/8).

(rfs/imk)