Grace Natalie Kuliah, Giring Eks Nidji Jadi Plt Ketum PSI

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 12:13 WIB
Giring Nidji di acara deklarasi Komunitas Masyarakat Anti Hoax
Grace Natalie dan Giring eks Nidji (tengah). (Dok detikcom)
Jakarta -

Giring Ganesha Djumaryo ditunjuk sebagai pelaksana tugas Ketua Umum (Plt Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Eks vokalis band Nidji itu dijadikan Plt lantaran Ketum PSI Grace Natalie kini tengah kuliah lagi.

"Benar. Saya ambil master di Lee Kuan Yew School of Public Policy NUS (National University of Singapore)," ungkap Grace saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (18/8/2020).

Perkuliahan Grace saat ini memang masih dilakukan secara online (daring) lantaran pandemi virus Corona (COVID-19). Meski begitu, Grace memutuskan perlu ada yang membantunya lantaran materi perkuliahan yang padat.

"Karena materi kuliah padat dan berat, sementara tugas ketum amat strategis, apalagi di saat kami sedang persiapan verifikasi, kami putuskan butuh pelaksana tugas," jelas Grace.

Penunjukan Giring sebagai Plt Ketum PSI dilakukan selama Grace Natalie kuliah. Saat ini, perkuliahan Grace sudah berjalan.

"Selama masa studi aku aja setahun ini. Sebenarnya on campus, tapi karena COVID sementara ini online dulu, sambil nunggu perkembangan situasi. Sekarang udah jalan perkuliahannya," jelas Grace.

Ada alasan tersendiri mengapa PSI memilih Giring untuk mengisi posisi Plt Ketum. Grace mengatakan Giring punya komitmen yang kuat untuk membangun partai anak muda tersebut.

"Pengalaman beberapa tahun ini berjuang bersama Bro Giring di PSI, jadi pertimbangan utama. Bro Giring punya komitmen yang sama dengan PSI, dan bisa mewakili tokoh muda yang kreatif," tuturnya.

Penunjukan Giring sebagai Plt Ketum sudah berdasarkan musyawarah di jajaran PSI. "Musyawarah DPP dan Dewan Pembina," tambah Grace Natalie.

Untuk diketahui, Giring memutuskan keluar dari band-nya dan bergabung dengan PSI menjelang Pilpres 2019. Giring pun kemudian maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) PSI pada Pileg 2019.

Sebenarnya Giring mendapat perolehan suara tinggi di daerah pemilihannya (dapil) di Jawa Barat. Hanya, karena PSI tak lolos parliamentary threshold atau ambang batas masuk parlemen, Giring pun gagal menjadi anggota DPR RI.

Giring mengaku sempat stres karena batal menjadi wakil rakyat di periode DPR 2019-2024.

"Salah satu yang tertinggi, 97 ribu, tapi ya yang jelas itu dapat, tapi karena PSI-nya nggak lolos ya jadi nggak dapat. Awalnya wah ngedrop bayangin lo sebenernya lolos, tapi nggak lolos. Dapat 97 ribu suara juga perjuangan setahun terakhir bener-bener blusukan sampai punya relawan 200 orang, mereka juga berjuang mati-matian," ujar Giring di channel YouTube Ari Lasso.

"Bengong stres jadi suka di pinggir tempat tidur. Habis liburan sama keluarga balik, terus dapat tawaran dari Indosiar untuk jadi juri malah di situ akhirnya ya sudah jalanin saja, terus di situ happy lagi sampai sekarang lancar," lanjutnya.

Meski gagal melenggang ke Senayan, Giring tetap tak berhenti mengejar cita-cita di dunia politik. Ia juga tak menyesali terjun ke dunia baru bersama PSI.

"Oh nggak dong. Gagal itu kan sesuatu proses kehidupan," ujar Giring.

(elz/fjp)