Pelabuhan Anggrek Dioptimalkan untuk Ekspor Jagung-Molase ke Filipina

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 11:12 WIB
Kemenhub
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Ditjen Perhubungan Laut melalui Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Anggrek dan pemerintah daerah setempat memfasilitasi ekspor 12.000 ton jagung dan 11.700 ton tetes tebu (molase) dari Pelabuhan Anggrek, Gorontalo menuju Filipina. Pengiriman komoditi ini tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Kantor UPP Kelas II Anggrek Moh. Arief Agustian mengatakan sebelumnya berbagai persiapan untuk mendukung pelepasan ekspor telah dilakukan, seperti perbaikan layanan kapal dan bongkar muat barang. Kata Arief, bahkan ada pencapaian peningkatan kegiatan muat jagung yang hanya dilaksanakan dalam waktu empat hari.

"Pencapaian ini merupakan keberhasilan bersama seluruh stakeholder terkait di pelabuhan, yang telah berkomitmen untuk mendukung peningkatan dan perbaikan pelayanan di pelabuhan Anggrek," kata Arief dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2020).

"Melalui Pelabuhan Anggrek, Gorontalo, pelepasan ekspor Jagung sebanyak 12.000 ton dan tetes tebu sebanyak 11.700 ton dengan menggunakan kapal berkapasitas besar telah berjalan baik dan lancar tanpa ada kendala apa pun," imbuh Arief.

Arief menjelaskan selama masa kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19, sejak bulan Juni 2020, telah dilakukan ekspor jagung sebesar 30.400 ton dalam empat kali pengiriman ke Filipina melalui Pelabuhan Anggrek.

Ekspor jagung dan tetes tebu (molase) di Pelabuhan Anggrek dilepas oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa dan dihadiri oleh gubernur Gorontalo, bupati dan wali kota, unsur forkopimda, serta sejumlah pejabat kementerian dan pimpinan OPD Provinsi Gorontalo.

Sebagai informasi, Pelabuhan Anggrek yang ada di Gorontalo Utara menjadi salah satu pintu gerbang kegiatan ekspor/impor barang, seperti ekspor hasil pertanian jagung dan tetes tebu yang merupakan komoditi unggulan Gorontalo untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik selain produk tepung kelapa dan kopra putih.

Kata Arief, Pelabuhan Anggrek selain digunakan sebagai pintu gerbang kegiatan ekspor/impor barang, aktivitas bongkar muat pupuk, semen serta peti kemas, juga terdapat selalu ramai dengan aktivitas yang lainnya.

"Kami akan terus berupaya membantu dan mendukung program pemerintah dari segi ekspor hasil pertanian demi untuk kemajuan pembangunan pertanian di Provinsi Gorontalo," pungkas Arief.

Tonton juga video 'Cetak APD 17 Juta Per Tahun, Airlangga: Indonesia Bisa Ekspor':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)