Golkar Cilegon Memanas, Pembelot di Pilkada Diusulkan Dipecat

M Iqbal - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 11:06 WIB
DPD II Golkar Cilegon mengusulkan pemecatan Wakil Ketua DPD II Sahruji. (Foto: M Iqbal/detikcom)
DPD II Golkar Cilegon mengusulkan pemecatan Wakil Ketua DPD II Sahruji. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

DPD Partai Golkar Kota Cilegon memanas. Wakil Ketua DPD II Golkar Cilegon Sahruji diusulkan untuk dipecat.

Usulan pemecatan itu dilayangkan DPD Golkar Cilegon lantaran Sahruji mendukung cawalkot Iye-Awab di Pilwalkot Cilegon. Padahal, Golkar Cilegon telah resmi mengusung Ratu Ati Marliati-Sokhidin.

"Pak Haji Sahruji telah menjadi Tim Pemenangan Iye-Awab. Padahal kita tahu bahwa Partai Golkar memutuskan mengusung Ati-Sokhidin. Oleh karena itu jika ada salah satu kader atau pengurus Partai Golkar yang tidak mendukung, maka Partai Golkar harus mengambil tindakan karena itu telah melanggar AD/ART partai," kata Sekretaris DPP II Golkar Cilegon Sutisna Abas kepada wartawan, Selasa (18/8/2020).

Sahruji dinilai terbukti melanggar ketentuan AD/ART partai. Beberapa bukti foto, berita, dan masuknya Sahruji dalam susunan Tim Pemenangan Iye-Awab disebut menguatkan keputusan DPD II untuk mengusulkan pemecatan itu.

Sutisna mengatakan usulan pemecatan Sahruji sebagai wakil ketua sudah melalui rapat pleno yang dihadiri oleh pengurus Golkar se-Kota Cilegon. Dalam pleno itu, seluruh pengurus menyepakati bahwa Sahruji harus diberi sanksi karena sudah melenceng dari ketentuan partai.

"Sikap dan pilihan Sahruji yang kemarin sebagai Wakil Ketua DPD Golkar, maka terkait pleno yang sudah kita kirimkan. Bahwa kita ingin Sahruji dikeluarkan dari Golkar dan kepengurusan Partai Golkar," kata dia.

Sutisna menjelaskan surat usulan pencopotan sudah dikirimkan ke DPD Golkar Banten. Sementara itu, surat usulan pemecatan dari keanggotaan sudah dikirimkan ke DPP.

"Untuk surat keputusannya, insyaallah minggu depan keluar dari DPD I. Surat pemberhentian sebagai pengurus itu di DPD I dan sebagai anggota itu keputusannya ada di DPP pusat," kata Sutisna.

Selain Sahruji, DPD II mengusulkan pemecatan Wakil Sekretaris DPD II Golkar Cilegon Sam'un. Sebab, Sam'un turut serta Sahruji mendukung Iye-Awab di Pilwalkot Cilegon.

"Selain Pak Haji Sahruji, kita juga memberhentikan Sam'un sebagai Wakil Sekretaris DPD II," ujarnya.

Diketahui, Sahruji merupakan tokoh senior Golkar di Cilegon. Ia satu angkatan dengan Aat Syafaat, mantan Wali Kota Cilegon yang juga ayah dari Ketua DPD II Golkar, Iman Ariadi.

Dukungan Sahruji ke Iye-Awab sempat menjadi perbincangan politik di Cilegon. Masalahnya, Sahruji selama ini dinilai loyal terhadap arah politik 'klan Jombang', sebutan bagi keluarga politik Iman Ariadi.

Sahruji: Mereka Kader Junior

Wakil Ketua DPD II Golkar Cilegon Sahruji dan kawan-kawan mengaku siap dipecat dari kepengurusan DPD II Golkar Cilegon karena membelot mendukung Iye-Awab di Pilwalkot Cilegon 2020. Sahruji mengatakan belum menerima surat pemberhentian.

"Sampai hari ini saya belum mendapat surat pemberhentian sebagai pengurus Golkar Cilegon. Hari ini saya dan Mang Sam (Sam'un) dan temen-temen pengurus Golkar kelurahan menyikapi terkait masalah pemberhentian saya dan Mang Sam, kami sebagai kader Golkar: we love Golkar," kata Sahruji kepada wartawan di Cilegon, Selasa (18/8/2020).

Sahruji mengatakan bakal patuh terhadap keputusan partai. Namun, dia menegaskan dirinya kader Golkar tulen, bukan karena pilwalkot saja.

"Saya menjadi anggota Golkar sejak Cilegon masih bergabung dengan Kabupaten Serang, Jawa Barat, saat itu ketua PK dipimpin oleh almarhum Yakub Hasa. Artinya saya jadi kader Golkar ini bukan cuma sejak Cilegon berdiri saja, sebelumnya Sutisna (Sekretaris DPD) Nasir (Wakil Ketua) Irfan masuk Golkar, itu saya jauh lebih dulu, saya jauh sudah menjadi kader Golkar dan partai pertama saya," kata dia.

Sahruji (baju putih berkopiah) beserta kader Golkar yang terancam dipecat.Sahruji (baju putih berkopiah) beserta kader Golkar yang terancam dipecat. Foto: Sahruji (baju putih berkopiah) beserta kader Golkar yang terancam dipecat. (Iqbal-detikcom)

Sahruji justru mempertanyakan balik kontribusi pengurus yang mengusulkan dirinya dipecat dari Golkar. Sahruji menilai orang yang memecatnya sebagai kader junior yang belum berkontribusi banyak untuk kemenangan Golkar di Cilegon.

"Saya Haji Sahruji diusulkan hasil rapat pleno diajukan untuk diberhentikan dari Golkar. Mereka saya anggap kader junior yang belum berkontribusi terhadap kemenangan Golkar, karena mereka tidak teruji, Sutisna Abas mencalonkan kemarin belum teruji dan tidak terpilih, dan saya tahu Nasir pernah nyalon dan tidak terpilih," kata dia.

(mae/mae)