Bertemu Pedagang Nasi Pecel, Ketua MPR Dorong UMKM Go Online

Inkana Putri - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 21:36 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambangi sebuah warung nasi pecel di kawasan Kalibata, Sabtu (15/8/2020) lalu. Melalui tayangan Undercover di kanal YouTube 'Bamsoet Channel' itu, Bamsoet tampak berdialog ringan bersama pemilik Warung Nasi Pecel Ayu, Watiem asal Grobogan, Jawa Tengah.

Watiem mengaku selama pandemi COVID-19, bisnisnya tetap berjalan, bahkan omzetnya meningkat tiga kali lipat. Kesuksesan ini tentunya tak lepas dari keputusan Watiem dua tahun lalu untuk bergabung di platform e-commerce GoFood dan GrabFood sehingga larangan berjualan saat PSBB tidak menjadi halangan.

Oleh karena itu, Bamsoet mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjalin kemitraan dengan platform e-Commerce untuk meningkatkan omzet penjualan. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas masyarakat. Ini tentunya akan membawa keuntungan bagi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya secara online.

"Ibu Watiem pemilik warung makan Pecel Ayu sudah 12 tahun berjualan di daerah Kalibata, Jakarta Selatan. Dua tahun terakhir ini ia ikut memasarkan jualannya melalui platform go-food dan grab food dengan sistem bagi hasil 20 persen. Walaupun awalnya mengaku sempat tak yakin dengan sistem penjualan online, Ibu Watiem kini menikmati berkah kenaikan omzet. Terlebih saat pandemi COVID-19, karena orang tak mau keluar rumah dan memilih berbelanja melalui online," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (17/8/2020).

Mantan Ketua DPR RI ini menilai keberanian Watiem terjun ke pasar online patut ditiru pelaku UMKM lainnya. Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) tahun 2018, baru 8,3 juta dari 64,19 juta unit UMKM yang memasarkan produknya secara online.

"Badan Pusat Statistik mencatat pada tahun 2019 transaksi e-Commerce di Indonesia mencapai Rp 17,2 triliun. Artinya, konsumen Indonesia sangat melek digital. Ini merupakan peluang usaha bagi UMKM di berbagai daerah untuk memasarkan produknya secara luas, tanpa mengenal jarak dan waktu. Karena setiap manusia, kini sudah tersambung dengan internet," paparnya.

Bamsoet memaparkan Presiden Joko Widodo akan melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional hingga tahun 2021. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 356,9 triliun untuk tahun anggaran 2021, dan UMKM akan mendapat bantuan sekitar Rp 48,8 triliun. Adapun bantuan tersebut digunakan untuk subsidi bunga KUR, pembiayaan UMKM, penjaminan serta penempatan dana di perbankan.

"Sedangkan dalam PEN 2020, berbagai fasilitas untuk UMKM juga sudah diberikan, antara lain Rp 34,15 triliun untuk subsidi bunga, Rp 28,06 triliun untuk insentif pajak, dan Rp 6 triliun untuk penjaminan kredit modal kerja baru. Ini menandakan pemerintah serius memajukan UMKM," pungkasnya.

(akn/ega)