TPU Prumpung Jadi Tempat Nongkrong, Petugas DKI Mengaku Diancam Sajam

Tiara Aliya - detikNews
Minggu, 16 Agu 2020 20:52 WIB
Sejumlah anak bermain layang-layang di atas sebuah makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Prumpung, Jakarta Timur, Minggu (23/6). Minimnya lahan bermain dan ruang terbuka hijau di Jakarta membuat sejumlah anak menjadikan tempat pemakaman umum sebagai lahan bermain mereka. Agung Pambudhy/Detikcom. File/detikFoto.
Foto ilustrasi: TPU Prumpung (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Video yang menunjukkan banyak orang nongkrong di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Prumpung kini viral. Petugas keamanan DKI Jakarta mengaku sudah berusaha menghalau orang-orang yang nongkrong di kuburan itu, namun malah ancaman senjata tajam dan air keras yang didapat.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) TPU Zona 21 Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur Erdianto Anwar membenarkan bahwa TPU Prumpung, Jakarta Timur kerap dijadikan tempat nongkrong bagi anak-anak sekitar kawasan. Namun, dia membantah apabila pihaknya hanya membiarkan warga bermain di atas makam.

"Kami memang sudah berusaha untuk menghalau mereka dengan pamdal yang tugas dua orang, cuma karakteristik warga disana warga itu tidak ada tempat bermain di sana sehingga mainnya di dalam makam TPU itu," kata Erdianto saat dihubungi detikcom, Minggu (16/8/2020).

Erdianto menyebut petugas keamanan yang berjaga di area makam telah menghalau warga untuk tidak menginjak makam. Namun, imbauan petugas malah berbuah ancaman menggunakan senjata tajam.

"Malahan mereka mengancam pamdal kami dengan celurit dan air keras, dan kantor kami ditimpuk sama mereka karena kita menghalau mereka. Itu kondisi seperti itu," jelasnya.

Selain itu, TPU Prumpung kerap dijadikan lokasi tawuran antarremaja. Gara-gara tawuran yang terjadi, jelas Erdianto, tak jarang batu nisan sekitar makam mengalami kerusakan. Pihaknya pun kerap berkoprdinasi dengan aparat desa setempat untuk menanggulangi kejadian ini.

"Mereka melempar batu, membawa sajam, air keras mereka antara warga depan sama belakang. Jadi mereka main timpuk-timpukan batu, jadi batu nissan kadang suka dipecahin, ke kantor segala macam," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2