Deputi KSP Jelaskan Maksud Pidato Jokowi 'Bajak Momentum Krisis'

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 16 Agu 2020 14:00 WIB
Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) bidang Polhukam, Jaleswari Pramodhawardhani
Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) bidang Polhukam, Jaleswari Pramodhawardhani. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak bangsa Indonesia mengambil momentum krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19) untuk melakukan lompatan besar. Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardhani menjelaskan maksud pernyataan Jokowi tersebut untuk menantang kesiapan bangsa membangun strategi agar tercapai tujuan bangsa mengejar ketertinggalan.

"Secara tersirat pidato Pak Presiden juga tengah menantang kesiapan kita semua untuk membangun strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan, dan pendidikan. Sebab strategi-strategi besar itu menjadi prasyarat dasar tercapainya tujuan," kata Jaleswari, dalam sambutannya di acara diskusi virtual, 'Memerdekakan PMI Menuju Indonesia Maju', Minggu (16/8/2020).

Ia mengatakan maksud Jokowi adalah memaksa pemerintah bekerja dengan cara baru yang lebih cepat dari biasanya menjadi cara cepat tanpa prosedur panjang yang berbelit. Sebab saat ini potensi krisis akibat pandemi COVID-19 terjadi dimana, pada kuartal II pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus 5,32 persen sehingga hal itu dapat dijadikan momentum untuk mengatasi ketertinggalan.

"Seperti dinyatakan Bapak Presiden ibarat komputer perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang, semua negara sedang macet, sedang hang, semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat harus melakukan restart harus melakukan rebooting, semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya," ungkapnya.

Saat ini Indonesia telah naik kelas menjadi upper middle income country atau negara berpenghasilan menengah ke atas. Jaleswari menyebut Presiden Jokowi berharap pada 25 tahun lagi Indonesia sudah menjadi negara maju. Ia menyebut maksud Jokowi terkait membajak momentum krisis COVID-19 merupakan optimisme agar semua pihak membangun komitmen untuk melakukan strategi besar sehingga dapat mengatasi ketertinggalan.

"Pesan Bapak Presiden Joko Widodo di atas adalah optimisme yang tersurat dan tersirat, tersurat karena Bapak Presiden percaya bahwa jika kita semua memiliki komitmen untuk melakukan pembenahan diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar di berbagai bidang, maka kita bisa membajak momentum krisis ini untuk melakukan lompatan-lompatan besar," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak bangsa Indonesia mengambil momentum krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19) untuk melakukan lompatan besar. Jokowi mengatakan saat ini merupakan waktu untuk melakukan transformasi besar di segala bidang.

"Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan. Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8).

(yld/imk)